Verification: 27a3a887773ff714
banner 120x600
banner 120x600

Bentuk Konsep Diri Remaja Dengan Menanam Nilai Keislaman

Bentuk Konsep Diri Remaja Dengan Menanam Nilai Keislaman
Sabolah

Penulis : Melita Utari, Abdul Khatib, Puspita Sari, Fialdy Dermawan dan Ari Ardinata Mahasiswa Prodi Sosiologi Agama, Fakultas Ushuluddin dan studi Agama, Universitas Islam Negeri Mataram.

Lombok Fokus – Pembentukan konsep diri sangat diperlukan bagi setiap manusia. Pada usia remaja adalah waktu yang sangat tepat untuk membentuk konsep diri, dimana mereka ingin menunjukkan jati diri dalam kehidupan bermainnya.Faktor lingkungan dan orang – orang yang di sekitar adalah pemicu dalam pembentukan konsep diri pada remaja namun kondisi fisik dan psikologis remaja sedang bertumbuh secara tidak langsung emosi remaja belum stabil. Namun, terkadang mereka lepas kontrol dari kehidupan yang normal ketika lingkungan mereka tidak menerima dengan senang hati. Urgensinya nilai-nilai keislam pada anak muda pada saat ini sangat dibutuhkan di zaman modernisasi yang penuh dengan dunia duniatapomorgana membuat kalangan kaula muda terpesona keindahan duniawi semata yang membuat sebagian anak muda lupa dengan nilai dan keyakinan dalam beragamnya.

BANK NTB Syariah

Oleh sebab itu ,yang menjadi ujung tombak suatu kelompok atau individu ialah generasi melenial yang mempunyai literasi wawasan serta nilai nilai keyakinan tetapi nilai nilai keyakinan ( agama ) pada zaman ini berkurang pesat di keperibadiansesorang anak muda adanya modernisasi dan globalisasi yang sangat berkembang pesat di zaman ini cendrung permisif nilai nilai keyakinan ( agama) yang ke egoisannya mereka terhadap nilai nilai keyakinan (agama) pada saat ini. Saya harap adanya modernisasi dan digitalisasi tenologi bisa di manfaatkan sebaik baiknya oleh anak muda utuk memperdalam ajaran agama dan mengamalkan serta tidak membiarkan digerus oleh zaman serba digitalisasi agar anak muda saat ini bisa memperbaiki nilai nilai keyakinan dan akhlak dengan cara struktural dan perlahan tapi pasti menjadi kaula muda dengan regenerasi yang berakhlak mulia kemudian hari.

Masa remaja adalah usia dimana individu berintegrasi dengan masyarakat dewasa, usia dimana anak tidak lagi merasa di bawah tingkat orang-orang yang lebih tua melainkan berada dalam tingkatan yang sama, sekurang-kurangnya dalam masalah bak integritas dalam masyarakat (dewasa) mempunyai banyak aspek efektif, kurang lebih berhubungan dengan masa puber termasuk juga perubahan intelektual yang mencolok. Tranformasi intelektual yang khas dari cara berpikir remaja ini memungkinkannya untuk mencapai integrasi dalam hubungan sosial orang dewasa, yang kenyataannya merupakan ciri khas yang umum dari periode perkembangan ini.

Dalam seorang anak memiliki hasrat untuk mencari tahu tentang diri mereka atau yang disebut dengan jadi dirinya. Pada masa ini remaja mengalami beberapa perubahan yang terjadi baik secara fisik, psikologis, maupun sosial. Sejalan perkembangannya remaja mulai bereksplorasi dengan diri, nilai-nilai, identitas peran, dan perilakunya.

READ  Peminat Universitas Mataram Tahun 2022 Meningkat

Konsep diri merupakan faktor yang menentukan (determinasi) dalam komunikasi kita dengan orang lain (Riswandi, 2013: 64). Konsep diri adalah pandangan dan perasaan tentang diri kita. Persepsi tentang diri ini bisa bersifat psikologis, sosial dan fisis, menurut William D Brooks dalam Jalaludin Rakhmat (2015: 98). Kebanyakan ahli-ahli tentang diri setuju, bahwa konsep diri secara jelas dapat terjadi ferensiasikan dan terstruktur, yang merupakan suatu keseluruhan yang stabil. Sepanjang kehidupan, konsep diri berkembang dan berubah secara berkelanjutan, meskipun sulit untuk membedakan antara perkembangan dan perubahan konsep diri.

Dalam proses pembentukan konsep diri remaja yang positif maka sangatlah diperlukan untuk menanamkan nilai-nilai keislaman, untuk membentuk konsep diri yang positif dari remaja karena nilai-nilai agama Islam itu memiliki kebenaran yang hakiki. Islam juga merupakan pedoman, petunjuk dan pendorong bagi umat beragama islam supaya konsep diri pada remaja tersebut berlandaskan pada nilai-nilai keislaman. Nilai-nilai agama merupakan pondasi yang sangat vital untuk seseorang dalam membentuk kepribadian maupun tingkah lakunya. Al Quran juga menjelaskan dalam surat An-Nur ayat 59. Dalam ayat ini dimaksudkan bahwa dalam Islam tidak mengenal remaja namun menyebutnya dengan kata baligh, yaitu ditandai dengan menarche (menstruasi pertama) pada perempuan dan mimpi basah pada laki-laki (Marliana Eka Saputri &Moordiningsih, 2016). Maksud dari ayat ini adalah bagaimana agama islam mengatur kehidupan para remaja yang di sebut dengan akil baligh yang dalam masa tersebut sudah dikenai kewajiban untuk beribadah kepada Allah SWT. serta menjalankan kehidupan berlandaskan dengan nilai-nilai agama islam.

Oleh sebab itu tinggi rendahnya pemahaman dan pengamalan nilai-nilai agama seseorang akan berdampak pada tingkah laku dan kepribadiannya termasuk juga dalam pembentukan konsep diri seseorang. Karena dengan agama kepribadian akan Semakin kuat dan dapat memahami lebih dalam dengan hakikat hidupnya. Selain itu, untuk membentuk konsep diri juga melalui orang-orang terdekat seperti orang tua, saudara dan keluarga serta masyarakat, karena lingkungan yang baik juga akan menimbulkan perilaku yang baik pula, jadi orang tua dan orang-orang terdekat juga harus memberikan contoh dan kebiasaan yang baik untuk ditiru oleh remaja tersebut.

READ  IAIN Bima Buka 9 Program Studi

Bila dalam proses pembentukan konsep diri remaja dilakukan dengan penanaman nilai-nilai agama maka konsep diri remaja cenderung positif, namun begitu pun sebaliknya bila dalam pembentukan konsep diri remaja tidak ditanamkan nilai-nilai keagamaan maka konsep diri remaja cenderung negative. Dari pengertian konsep diri bahwa penerimaan tentang dirinya sendiri. Di mana individu yang dapat menerima dan memahami dirinya sendiri termasuk menerima segala perubahan yang terjadi pada masa remaja. Tidak semua individu dapat menerima keadaan dan perubahan yang terjadi pada dirinya, sehingga mengakibatkan timbulnya konsep diri positif dan konsep diri negatif.

Dengan komunikasi antar pribadi jauh lebih bagus dalam menanamkan konsep diri pada remaja. Dakwah secara umum didefinisikan sebagai usaha dai secara individu untuk mengenalkan islam dan iman kepada siapa saja, juga mencegahnya dari perbuatan yang dilarang Allah dengan jalan mendekatinya, mengajarinya, serta membimbingnya. Nilai – nilai islam yang ditanamkan yaitu:

Mengenali diri sendiri
Anjuran mengenali diri sendiri dalam agama sangatlah penting. Imam Al-Ghazali dalam kitabnya berjudul Kimiya’ As-Sa’adah menjabarkan, mengenali diri sendiri merupakan kunci untuk mengenali Allah SWT lebih dekat. Mengenali diri sendiri merupakan salah satu jalan mendekat kepada Allah SWT. Dalam mengenali diri sendiri merupakan hasil dari proses belajar manusia melalui hubungannya dengan orang lain. Lingkungan memiliki peran yang penting dalam proses mengenal diri terutama dalam pengalaman relasi dengan orang lain dan bagaimana orang lain memperlakukan dirinya. Dari situ ia menangkap pantulan tentang dirinya, seperti apakah dirinya tersebut sebagai pribadi. Jadi konsep diri seseorang dapat diketahui berdasarkan perbandingan antara apa yang ia rasakan terhadap dirinya sendiri dengan apa yang orang lain rasakan terhadap diri orang tersebut. Oleh sebab itu muncul presentingself (disebut juga publicself) sebab biasanya orang menampilkan diri sesuai dengan apa yang dianggap baik atau diterima oleh lingkungannya.

Mengapa manusia diciptakan
Dan tidaklah Aku telah menciptakan jin dan manusia, kecuali untuk mengabdi kepada-Ku. – Q.S. Adz-Dzariyat [51]: 56
Dalam tafsir alquran kata “ya’bud” di sana biasanya hanya diterjemahkan sebagai “untuk beribadah”, dalam pengertian untuk melakukan shalat, puasa, zakat, haji dan semacamnya. Tujuan penciptaan kita seakan-akan hanya untuk melakukan ibadah ritual formal. Dengan memahami makna kata “ya’bud” hanya seperti ini, maka pada akhirnya tujuan hidup manusia dipahami hanya sebatas untuk mengumpulkan pahala sebanyak-banyaknya dalam rangka seleksi untuk memasuki surga atau neraka saja.
Memiliki akhlak yang baik.

READ  IPNU NTB Harap, PPDB Berjalan Maksimal dan sesuai Prinsip Keadilan

Akhlak yang baik dalam islam disebut dengan nafsu mutmainnah . ini pada kelompok pasrah dan rida terhadap segala ketentuan-Nya. Tak pernah mengeluh dan tergoyahkan keimanannya. Tak pernah putus asa atas rahmat-Nya. Tak pernah terlena dan terbuai atas segala pemberian-Nya. Sebab, ia yakin apa pun yang menimpa terjadi atas izin dan hikmah-Nya. Cara untuk memelihara akhlak terhadap diri sendiri antara lain:
a. Sabar. Sabar diungkapkan ketika melaksanakan perintah, menjauhi larangan dan ketika ditimpa musibah. .
b. Syukur. Syukur diungkapkan dalam bentuk ucapan dan perbuatan. Syukur dengan ucapan adalah memuji Allah dengan bacaan alhamdulillah, sedangkan syukur dengan perbuatan dilakukan dengan menggunakan dan memanfaatkan nikmat Allah sesuai dengan aturan-Nya.
c. Tawaduk. Sikap tawaduk melahirkan ketenangan jiwa, menjauhkan dari sifat iri dan dengki yang menyiksa diri sendiri dan tidak menyenangkan orang lain.
d. Shidiq. Seorang muslim harus dituntut selalu berada dalam keadaan benar lahir batin ,yaitu benar hati ,benar perkataan dan benar perbuatan.
e. Amanah. Semakin menipis keimanan seseorang, semakin pudar pula sifat amanah pada dirinya. Antara keduanya terdapat ikatan yang sangat erat sekali. Rasulullah SAW bersabda bahwa: “ tidaj (sempurna) iman seseorang yang tidak amanah, dan tidak (sempurna) agama orang yang tidak menunaikan janji . ” (HR. Ahmad)
f. Istiqamah. Perintah supaya beristiqamah dinyatakan dalam Al-Quran pada surat Al-Fushshilat ayat 6 yang artinya “ Katakanlah bahwasanya aku hanyalah seorang manusia seperti kamu, diwahyukan kepadaku bahwasanya Tuhan kamu adalah Tuhan Yang Maha Esa, maka istiqamahlah menuju kepada-Nya dan mohonlah ampun kepada-Nya. Dan kecelakaan yang besarlah bagi orang-orang yang bersekutukan-Nya”.
g. Pemaaf. Islam mengajarkan kita untuk dapat memaafkan kesalahan orang lain tanpa harus menunggu permohonan maaf dari yang bersalah.

Referensi :
http://openjournal.unpam.ac.id/index.php/psnlkk/article/view/4637
Huda, N. (2017). pembentukan konsep diri melalui nilai – nilai islam di TK terpadu Nurul Amal Gresik. Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Volume. 12, Number. 2, Juli 2017, 113 – 129.
https://pkbi-diy.info/mengenal-dan-menemukan-konsep-diri/
Adi Saputra, Y. (2020). Pembentukan Konsep Diri Remaja Melalui Penanaman Nilai-Nilai Keislaman. Al-Hikmah. Vol, 18 No. 2 Oktober 2020, 151-156.
https://www.google.com/url?sa=t&source=web&rct=j&url=https://jurnal.uinantasari.ac.id/index.php/tiftk/article/download/3768/2090&ved=2ahUKEwi454Ohrr74AhXSUWwGHeSVBLYQFnoECAYQAQ&usg=AOvVaw1jaeUqEw5SAKicLxppQHdu
Jannah, M. (2016). Tugas Tugas Remaja Dalam Islam . Jurnal Psikoislamedia Volume 1, Nomor 1, April 2016, 243 – 255 .

Facebook

Sabolah
banner 120x600
Sabolah

Tinggalkan Balasan

Sabolah
Subscribe for notification