Verification: 27a3a887773ff714

BELAJAR DARI TAHUN 2020 : Thanks 2020, Welcome 2021

  • Bagikan
Sabolah
BELAJAR DARI TAHUN 2020 : Thanks 2020, Welcome 2021
Rafial Nazir


MATARAM | 31 Desember 2020, nanti malam adalah pergantian tahun, hey sahabat-sahabat, aku harap kita semua tetap sehat dan bahagia ya.

Sedikit aku ingin menulis catatan kecil ini yang mungkin tak kan berarti, tapi menurutku ini adalah salah satu caraku dalam mengekspresikan apa yang aku rasakan selama tahun 2020. Catatan kecil ini juga bisa menjadi caraku dalam menyambut dan menyapa pergantian tahun baru yakni Tahun 2021.

BANK NTB Syariah

Pergantian tahun 2019 yang lalu disambut dengan bulan Januari tahun 2020, letusan kembang api terlihat sangatlah indah di seluruh penjuru kota besar Dunia, tak terkecuali kota-kota megah yang ada di Indonesia bahkan sampai ke pelosok-pelosok desa, bertaburan menghiasi langit dengan paduan suara trompet terdengar di gendang telinga sangat jelas, semua bersorak, riang gembira, berkumpul bernyanyi penuh dengan kebahagiaan.  

2020 membawa penuh harapan besar, sangat banyak rencana, target, mimpi dan cita-cita yang semestinya itu semua dilakukan dan terwujud di tahun tersebut. Aku yakin, bukan hanya aku yang memiliki itu namun sebagian besar orang pun demikian bahkan 1 Dunia baik dikalangan pemerintah, politisi, pengusaha, mahasiswa dan pelajar bahkan masyarakat sipil biasa. Bersama mempersiapkan dan membangun semangat di awal tahun tersebut.

2020 is a year which is very full of challenges dimana orang harus bertahan hidup dengan segala kesulitan. Sebelum melanjut menulis pada bagian ini, aku berhenti sejenak untuk menarik nafas dalam-dalam, take a breath huuuuuuuff…. Baikh, mari kita lanjut. Virus yang sudah tidak asing lagi kita dengar dengan sebutan Virus Corona atau Covid-19 datang kemudian seketika merubah tatanan kehidupan social Dunia hingga menjadi Pandemi termasuk di Indonesia. Pada bulan Maret yang merupakan bulan yang sangat muda di tahun ini terdengar dimana-mana, di koran, di Tv di media-media online dan semua sumber informasi lainnya, tak butuh waktu lama, masyarakat Dunia mengetahui itu semua dan menjadi ancaman bersama. Selang beberapa Bulan Virus tersebut telah menyebar ke berbagai Negara, yaaa… sangat cepat menular dan menjalar tak terkecuali Negar kita Indonesia.

READ  Kok Kerisis Air Pak Gubernur?

Jutaan jiwa terinfeksi bahkan sampai menelan korban jiwa.  Arus perjalanan lintas Dunia ditutupi, lock down dimana-mana , dan berbagai macam upaya yang dialukan oleh Pemerintah guna mengantisipasi penyebaran virus tersebut. Organisasi masayarakat, kepemudaan dan mahasiswa, Relawan dan lembaga suadaya masyarakt dan banyak kelompok-kelompok lainnya pun juga turut membantu Pemerintah dalam proses penanganannya.

Hari demi hari terlewati dengan penuh rasa takut, cemas , khawatir bercampur aduk dengan memantau perkembangan berita yang semakin menyeramkan, kematian terbayang sangatlah cepat dan mudah. Tak terasa, kondisi kehidupan yang demikian bisa dilalui hingga sampai ke pertengahan tahun, walapun kondisinya semakin buruk tapi kita masih mampu bertahan dengan segala keterbatasan.

Perekonomian Dunia telah hancur tak terkecuali Indonesia, dalam hal ini, pemerintah membuat banyak kebijakan baru untuk menunjang dan menstabilkan kondisi prekonomian negara. Disisi lain, kondisi kehidupan masyarakat kian berubah, dimana pekerjaan harus dilakukan dengan berdiam di rumah dan dilakukan secara daring tak hanya itu melainkan juga proses yang dilakukan oleh institusi pendidikan dan sebagian besar aktfitas dilakukan demikian. Dampak demi dampak bermunculan, banyak relawan, perawat hingga dokter meninggal Dunia dalam berjuang menangani pasien Positif Covid 19. Huuuuhhhhfff… wait, aku kembali menarik nafas dalam-dalam. Terimakasih banyak para pejuang kemanusiaan, aku yakin kalian pasti dekat dengan Tuhan.

Dunia makin suram, kehidupan makin seram, banyak orang kehilangan pekerjaan, banyak orang kehilangan usaha, banyak orang kehilangan keluarga , bahkan tidak sedikit orang yang bertahan hidup dalam kondisi tidak bisa makan, tidak bisa mencari nafkah untuk keluarga, tidak bisa mencari kebutuhan anak-anak mereka.  Gejolak, perdebatan dan masalah makin meluap tak terkendalikan, masyarakat kritisi pemerintah yang dianggap lambat dalam proses penanganan Pandemi ini, Pemerintah pun juga jengkel karena banyak masyarkat yang tidak mematuhi kebijakan pemerintah atau mematuhi protokol kesehatan atau yang berpergian. kita semua sadar, sangat sulit memang hidup dalam tekanan yang sangat teratur dan tertata yang membuat proses kehidupan menjadi tidak leluasa dan merasa sangat tertekan.  Hatespeach, Intoleran, Diskriminasi tuduhan dan tudingan secara verbal dan non verbal juga mekain membuat fikiran terasa sangat terganggu, kekerasan bahkan tidak sedikit tindakan kriminalitas terjadi di tahun ini hanya dengan satu alasan yakni untuk bertahan hidup.

READ  Abstraksi Tri Dharma Perguruan Tinggi Terhadap Mahasiswa Masa Kini

Sahabat-sahabat, sebenarnya masih banyak hal yang ingin aku sampaikan soal keluhan di tahun 2020 ini, namun aku rasa itu kurang baik, nanti kesannya aku lemah hmmmm… beberapa hal diatas memang sengaja aku tulis, biar kelak aku bisa mengingat dan merefleksikan kembali soal keberhasilan kita dalam melewati tahun yang aku rasa menjadi tahun yang paling berat whole my life ­dan kita bisa melewati itu semua. Tak terasa, kita sudah sampai ke penguhujung tahun 2020, tahun yang mungkin bisa dijadikan sebagai cerita dongeng nonfiksi untuk bisa diceritakan segala isi dinamikanya kepada anak-anak sebelum tidur.   

Aku juga ingin berterimakasih kepada semua pihak, dari kalangan Pemerintah hinga ke grassroot yang telah berjuang bersama dalam menjaga stabilitas kondisi Bangsa dan Negara kita dalam kondisi yang sangat sulit ini. Mau tidak mau, suka tidak suka kita harus adaptif dengan perubahan social ini, terimakasih 2020 engkau telah mengajarku menjadi pribadi yang kuat, banyak pelajaran yang kau titipkan untuku, bersabar dan ikhlas, tabah dan rendah hati dalam menghadapi banyak cobaan, hikmahmu sungguh sangat bermakna. Hingga aku sadari ternyata engkau tidak hanya membawa kepedihan namun juga banyak kemanfaatan yang sungguh berharga, tak sedikit yang mensyukuri bahwa di tahun ini banyak keromantisan dan keharmonisan yang dirasakan oleh masing-masing pasangan dan keluarga, mereka merasakan sangat puas berkumpul hingga tersadar keluarga adalah segala-galanya, keluarga adalah ruang kita kembali dikala kita butuh pelukan yang sangat erat dan aku sendiri sangat merasakan hal itu. Engkau juga telah mengajarkan indahnya saling tolong-menolong, memberi dan berbagi, membantu, saling menghargai dan menyayangi satu sama lain. Selamat aku ucapkan kepada kita semua yang telah berhasil melewati tahun ini.

READ  Quo Vadis Eksportasi Domba : Memahami Langkah Importasi Dorpher Australia Dalam Pertentangan Bisnis dan Ideologis

Dan tibalah saatnya kita menyambut tahun 2021, heyy…. ini aku menyapamu sangat lembut dengan hati, harapanku telah aku curahkan lewat ba’it doa-doaku, tak perlu engkau tahu isinya, terpenting adalah engkau bisa membantuku mewujudkannya dengan waktu dan masamu yang engkau berikan setiap hari, minggu dan bulanmu. Walapun ini semua belum berkahir namun kita harus optimis untuk tetap bisa menghadapinya dan menjalankan kehidupan baru yang normal serta lebih bermakna lagi.

www.lombokfokus.com

Facebook

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Subscribe for notification
Refleksi HANI, Wartiah dan Rumah Aspirasi Gelar Loma Video Kreatif Mantan Wakil Gubernur NTB Wafat Aksi Joget Tiktok di Lombok Viral