Mataram, – Ritel Modern Alfamart kian menjamur di Kota Mataram, kini sudah bisa ditemukan dijalan-jalan kecil seperti Jalan Banda Seraya Pagutan.
Jumlah yang tidak sedikit yakni mendekati angka 100 sudah membuat kota Mataram menjadi kota merah kuning dengan cat alfamart.
Tak tanggung tanggung transaksi di alfamart perhari dari angka Rp. 9 Juta sampai 15 Juta. Bayangkan dalam sehari jika transaksinya rata-rata 10 juta dikalikan 100 artinya alfamart dapat 1 Milyard transaksi perhari.
Pedagang-pedagang kecil yang ada disamping alfamart hampir mati, mereka yang berjualan dengan modal kecil tidak lama lagi akan gulung tikar.
Langkah pemerintah yang seharusnya menjaga rakyatnya namun dengan sengaja mereka membunuh perekonomian rakyat dengan sendirinya.
Pemerintah harus selektif dan mempersulit izin alfamart atau Ritel modern untuk menjaga kesetabilan pedagang kecil.
Salah satu pedagang kecil yang ada di Jalan Banda Seraya Fatmah mengatakan hasil penjualan menurun semenjak ada Retail Modern berdiri disamping kiosnya.
“Kita tidak tau, tiba-tiba ada plang, jualan saya memang sepi tapi semenjak ada Alfamart penghasilan makin menurun,” ungkapnya. Sabtu, (2/9/23)
Ia berharap pemerintah mengkaji ulang untuk pendirian alfamart.
“Kasian kita masyarakat kecil dengan modal kecil, harus ada aturan yang membatasi toko-toko besar masuk ke jalan kecil,” pintanya.
Gerakan Pemuda Bela UMKM, Fidar Khairul Diaz ikut angkat bicara keberadaan Alfamart.
“Jumlah retail modern di kota Mataram sudah banyak, perlu regulasi khusus dari pemerintah untuk mengantisipasi matinya pedagang kecil salah satu cara membatasi retail modern,” terangnya.
Investasi dan peluang kerja di Alfamart dikatakannya bagus untuk pendapatan daerah namun dalam waktu panjang akan berefek pada pedagang kecil.
“Secara Investasi memang bagus dan membuka lapangan pekerjaan namun ingat matinya pedagang kecil lebih berbahaya,” kata Diaz saat diwawancarai. (Red)