Hal yang tidak kalah menariknya adalah, warga menyulap sungai kotor dan kumuh menjadi sungai yang bersih sehingga nampak bisa dimanfaatkan untuk berternak ikan oleh masyarakat sekitar.
Lokasi kampung midang atau lebih dikenal dengan Sanggar Midang ini kurang lebih berjarak 3 KM dari pusat kota Mataram.
Tak hanya indah dipandang, saat lombokfokus.com bersama CEO GO-MAYUR (MUHAMAD SHALIHIN) berjalan menyusuri kawasan padat penduduk tidak ada satupun sampah berserakan sejauh mata memandang. Tak heran kampung ini rencananya akan didatangi oleh gubernur NTB.
“Alhamdulillah siang ini saya berkesempatan silaturrahim bersama Gus Nawawi As-sasaki pimpinan Sanggar Midang sebuah lembaga pemuda kreatif di Desa midang Kec. Gunung Sari Lombok barat”, Kata Muhamad Shalihin.
Diungkapkan oleh Nawawi As-sasaki, bahwa dari berdiri hingga saat ini sanggar midang sudah mampu memberdayakan pemuda dengan aktif menjadi suplayer bahan dan kebutuhan tanaman organik seperti pot, polibek, dan pupuk organik, tentunya bukan hal mudah untuk menyadarkan masyarakat, butuh proses panjang.
“Tantangan terberatnya adalah merubah pola fikir masyarakat, mulai dari kesadaran tidak membuang sampah sampai berperilaku sehat”, tutur Gus Nawawi sapaan akrabnya sewaktu masih aktif Menjadi Aktifis PMII di kampus UIN Mataram.
“Dan Alhamdulillah masyarakat mendapatkan manfaatnya dengan bertani dan berternak ikan di halaman rumah masing-masing sehingga untuk kebutuhan pangan sehari-hari tetap terjaga”, Pungkasnya.



