Penulis : Rina Wardaniati Mahasiswa UniversitasIslam Negeri Matara
Anak zaman sekarang sulit untuk dinasihati, mereka lebih senang membangkang jika dinasihati dan diperintah untuk mengerjakan sesuatu. Orangtua harus memiliki berbagai cara dalam membina anak agar memiliki akhlak yang baik. Dalam hal ini orangtua memiliki peran yang sangat penting dalam membina akhlak anak terutama di masa Pandemi Covid-19 ini.
Selama masa Pandemic Covid-19 pemerintah membuat kebijakan untuk Work From Home (WFH) atau bekerja dari rumah guna memutus mata rantai penyebaran virus Corona jenis baru. Selain itu, pemerintah juga membuat kebijakan agar anak-anak melakukan pembelajaran jarak jauh atau belajar dari rumah.
Dengan kebijakan tersebut, orangtua dapat leluasa mengontrol anak mereka dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Selain itu, orangtua juga dapat membimbing dan membina anak agar menjadi pribadi yang baik dan memiliki akhlakul karimah.
Maraknya Penggunaan Handphone di Masa Pandemi
Pesatnya kemajuan dan perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi zaman sekarang memudahkan anak untuk mengakses berbagai hal. Semua alat sudah terbilang canggih, ilmu pengetahuan juga dapat diperoleh dengan mudah melalui teknologi. Hanpdhone merupakan salah satu teknologi yang banyak digunakan oleh anak-anak zaman sekarang. Terlebih lagi di masa Pandemi dimana anak-anak belajar melalui handphone.
Penggunaan handphone memiliki manfaat yang beragam, anak dapat mengakses berbagai informasi dalam sekali genggam. Namun, anak juga dapat mengakses hal-hal yang berdampak negatif. Seringnya penggunaan handphone di masa Pandemi membuat anak tak hanya menggunakan handphone untuk belajar saja, sekarang penggunaan handphone marak dengan game online, TikTok dan video YouTube.
Dampak Penggunaan Handphone pada Anak
Penggunaan handphone memiliki dampak positif dan negatif, akan berdampak positif jika handphone digunakan seperlunya dan tetap berada dibawah pengawasan orangtua. Namun, akan berdampak negatif jika handphone digunakan secara berlebihan tanpa pengawasan orangtua. Bebasnya penggunaan handphone tanpa kontrol orangtua akan menyebabkan lunturnya moral anak karena anak akan mengonsumsi konten-konten yang tidak semestinya untuk mereka konsumsi.
Selain itu, juga akan berdampak pada pendidikan anak. Anak akan ketergantungan mengandalkan handphone dalam belajar dan merasa malas untuk berfikir serta membaca buku karena semuanya bisa di akses dalam sekali genggam. Disinilah peran orang tua, tidak hanya menggunakan kata-kata dan contoh saja namun juga melakukan pendekatan secara personal agar anak dapat merasa lebih dekat dan percaya kepada orangtua mereka sehingga apapun aktivitas yang mereka lakukan tetap berada dibawah pengawasan orang tua.
Lalu, Peran Orangtua itu Apa sih ??
Orangtua harus ekstra dalam mengontrol kegiatan yang dilakukan oleh anak. Kontrol atau penjagaan yang dilakukan oleh orangtua bisa saja lemah bisa juga kuat. Jika penjagaan yang dilakukan oleh orangtua itu kuat maka anak akan dapat terkontrol dalam melakukan aktivitas sehari-hari pun sebaliknya.
Kontrol atau pengawasan bisa dilakukan oleh semua orangtua terhadap anaknya. Namun, yang menjadi kendala disini yaitu orangtua yang terbilang sibuk dalam bekerja sehingga kontrol untuk anaknya sangat minim. Minimnya kontrol orangtua menyebabkan anak merasa sendiri, tidak dekat dengan orang tua, sulit diatur dan merasa bebas melakukan berbagai hal.
Orangtua yang sibuk bekerja akan membagi perhatiannya untuk pekerjaan dan keluarga tentunya, hal itu akan menjadi tantangan bagi ibu untuk menjalankan peran ganda yang dihadapkan pada sebuah tuntutan karir dan melakukan kewajibannya sebagai pengasuh, pembimbing dan pemberi motivasi kepada anak. Dan ketika dua hal tersebut dapat dilakukan secara seimbang maka seorang ibu akan benar-benar menjalankan perannya dengan baik.
“Peran ibu sangatlah penting, ibu merupakan madrasah pertama bagi anak-anaknya. Ibu sebagai pendidik anak bertugas menanamkan nilai moral dan kehidupan yang akan menjadi landasan yang kuat bagi tumbuhnya jiwa dan pribadi anak. Keluarga merupakan wahana bagi anak untuk menimba berbagai macam ilmu pengetahuan. Melalui pola asuh orangtua, anak mengenal nilai moral, mengenal tindakan yang baik dan yang buruk sebelum ia mengembangkan interaksi soisal di luar lingkungan keluarga. Keberhasilan orangtua dalam mengembangkan nilai-niali moral anak bukan disebabkan karena otoritasnya, tetapi lebih pada bagaimana mengomunikasikan nilai-niali tersebut yang disesuaikan dengan tingkat perkembangan intelektual anak” (Fathiyaturrahman, Ayat-Ayat Tentang Peranan Ibu Dalam Pendidikan Anak, h. 81).
Jadi, selama masa Pandemic Covid-19 ini semua kegiatan dilakukan dirumah, maka orangtua dapat dengan leluasa mengontrol kegiatan yang dilakukan oleh anak mereka. Bimbingan orangtua itu sangat penting terutama dalam membina akhlak anak, orangtua harus aktif membina akhlak anak dengan menanamkan hal-hal baik dan memberikan contoh yang baik pula serta melakukan pendekatan personal untuk memahami anak dan memberikan arahan tentang penggunaan teknologi agar anak tidak salah dalam menggunakan teknologi tersebut.


