Scroll untuk baca artikel

TANTANGAN PEMBINAAN AKHLK ANAK SD/MI DIMASA PANDEMI COVID-19

×

TANTANGAN PEMBINAAN AKHLK ANAK SD/MI DIMASA PANDEMI COVID-19

Share this article

Penulis: Maiziah

Lombok Fokus | Akhlakmerupakan pondasi utama dalam pembentukan pribadi manusia. Untuk merealisasikan akhlak dalam kehidupan, perlu adanya suatu pembinan yang dilakukan secara terus -menerus khususnya pada anak SD/MI.

IKLAN
Example 120x600

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan upaya-upaya yang dilakukan oleh pihak sekolah khususnya di SD/MI dalam membina akhlak peserta didiknya. Upaya tersebut meliputi perencanaan, pelaksanaan, serta hasil yang dicapai dari pembinaan akhlak anak SD/MI.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualittif dengan metode deskriptif. Pertimbangan penggunaan metode ini adalah untuk mengungkapkan realitas dan aktualitas mengenai tantangan pembinaan akhlak anak SD/MI. Dalam pengumpulan data, peneliti menggunakan dua metode yaitu observasi dan wawancara.

Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh gambaran mengenai tantangan dan perencanaan serta pelaksanaan pembinaan akhlak anak SD/MI dengan menetapkan indicator dan acuan pembinaan akhlak anak SD/MI. indicator tersebut terdiri dari pembiasaan 5S (senyum, salam, sapa, sopan dan santun).

Pelaksanaan pembinaan akhlak anak SD/MI dilakukan dengan tiga metode yaitu pembiasaan, keteladanan dan sanksi. Dalam hal ini, orang tua juga berperan penting dalam pembinaan akhlak anak SD/MI terutama dimasa pandemic covid-19, orang tua di wajibkan untuk selalu mendampingi anak terutama dalam kegiatan belajar mengajar yang tidak bias dilakukan dengan guru di sekolah.

Factor pendukung dalam pelaksanaan pembinaan akhlak anak SD/MI adalah lingkungan belajar yang kondusif serta religious dengan prsarana yang lengkap dan memadai bagi peserta didik. Factor penghambat atau tantangan dalam pembinaan akhlak adalah kepribadian yang kurang baik dari setiap individu, factor keluarga, serta factor dari pendidik dan peserta didik itu sendiri.

 

Akhlak tidak terlepas dari aqidah dan syariah. Oleh karena itu, akhlak merupakan pola tingkah laku yang mengakumulasikan aspek keyakinan dan ketaatan sehingga tergambarkan dalam prilaku yang baik.

Akhlak merupakan prilaku yang tampak (terlihat) dengan jelas, baik dalam kata-kata maupun perbuatan yang memotivasi oleh dorongan karena Allah. Namun demikian, banyak pula asek yang berkaitan dengan sikap batin ataupun pikiran, seperti akhlak diniyah yang berkaitan dengan berbagai aspek , yaitu pola prilaku kepada Allah, sesame manusia, dan pola prilaku kepada alam.

Pembinaan akhlak merupakan suatu usaha, tindakan dan kegiatan yang dilakukan melalui usaha sendiri dalam rangka mengembangkan akhlak para anak didik agar mereka mempunyai akhlak yang mulia, dan memiliki akhlak yang terpuji atau dengan kata lain anak didik diharapkan bias menjadi pribadi yang berakhlakul karimah.

Kondisi pandemi Covid-19 saat ini menjadi tantangan bagi dunia pendidikan khususnya pendidikan formal dalam upaya membina akhlak anak di SD/MI. pembelajaran dominan tidak dilakukan dengan tatap muka, sehingga menjadi tantangan guru dalam proses pembinaan akhlak anak SD/MI tersebut. Disisi lain akan memberikan kesempatan bagi peserta didik dalam mengaktualisasikan nilai-nilai akhlak mulia di masyarakat dalam upaya keikutsertaan pencegahan dan penanggulangan Covid-19.

Pengertian pembinaan akhlak

Pembinaan berasal dari kata “bina” yang mendapatkan awalan “pe” dan akhiran “an” yang memiliki arti perbuatan, atau cara. Jadi pembinaan adalah kegiatan yang dilakukan secara efektif dan efisien untuk memperoleh hasil yang lebih baik, yang dalam hal ini kaitanya dengan akhlak. Akhlak adalah sebuah sistem yang lengkap yang terdiri dari karakteristik-karakteristik akal atau tingkah laku yang membuat seseorang menjadi istimewa.

Sedankan kata “akhlak” menunjukkan sejumlah sifat tabiat fitri (asli) pada manusia dan sejumlah sifat yang diusahakan hingga seolah-olah fitrah. Akhlak ini memiliki dua bentuk, pertama bersifat batiniyah (kejiwaan), dan yang kedua bersifat zahiriyah yang terwujud dalam prilaku. Inilah pengertian akhlak secara garis besar sebagaimana tersebut dalam beberapa kamus.

Para ulama dan sejarah mendefinisikan akhlak sesuai dengan aliran atau ajaran yang mereka anggap benar. Aliran sosiologis mendefinisikan akhlak sesuai dengan disiplin sosiologi (ilmu kemasyarakatan), aliran idealism mendefinisikannya sesuai dengan ajaran mereka, demikian pula aliran utilitarianisme (yang menekankan aspek kegunaan) dan naturalism (yang menekankan pada panggilan alam atau kejadian manusia itu sendiri atau fitrahnya).

Dalam hal ini Ibnu Maskawih sebagaimana yang dikutipoleh Nasharuddin mendefinisikan akhlak sebagai “suatu hal atau situasi kejiwaan seseorang yang mendorong seseorang melakukan sesuatu perbuatan dengan senang, tanpa berfikir dan perencanaan”. Ali Mas’ud juga mengutip pendapat Ahmad Amin mengenai akhlak yaitu “membiasakan kehendak, maksudnya adalah membiasakan kehendak jiwa manusia yang menimbulkan perbuatan dengan mudah karena kebiasaan tanpa memerlukan pertimbangan terlebih dahulu.

Pembinaan akhlak anak SD/MI pada masa pandemi covid-19

Banyak dari berbagai kalangan manusia beranggapan bahwa, tabiat dan akhlak manusia tidak mungkin bias dirubah. Akan tatami Imam Al-Gazali membantah semua anggapan tersebut, sebab akhlak manusia bias dirubah melalui pendidikan dan pembinaan akhlak berdasarkan kepada kenyataan diutusnya Rasulallah SAW.yaitu untuk merubah akhlak manusia yang buruk menuju akhlak yang baik.

Di masa pandemi hari ini, berbagai elemen hingga pendidik maupun peserta didik dan masyarakat secara kolektif sedang melawan covid-19 dan berharap bahwa ini lekas berakhir, sebab dampak dari wabah ini bukan hanya nyawa seseorang yang terancam meninggal tapi semua sector terutama; Ekonomi dan Pendidikan. Namun masyarakat tak hentinya diberitakan oleh media masa dengan prilaku norak dan kerap merugikan orang lain. Hal ini meman sudah sampai detik ini di tengah-tengah kehidupan masyarakat dan tidak bias dijadikan sebuah tuntunan atau teladan yang diikuti misalnya; minuman keras, narkoba, perjudian, dan kekerasan sexsual dikalangan muda.

Tentunya fenomena semacam hal ini sangat meresahkan, harus ada upaya untuk menhentikan segala macam aktivitas buruk tersebut. Nabi Muhammad SAW pernah bersabda,”Sesungguhnya manusia jika melihat kemungkaran tapi tidak mengingkarinya, maka dikhawatirkan Allah akan menimpakan azab-Nya, yang juga akan menimpa mereka.”(HR Abu Dawud, At-Tirmidzi, dan Ibnu Majah).

Sebagai upaya untuk mencegah terjadinya hal-hal tersebut perlu kita ingat bahwa pentingnya kita membekali secara dini dalam ruang lingkup keluarga, atau mengingatkan kepada orang-orang terdekat kita seperti saudara, kerabat, tetangga, dan masyarakat akan pentingnya pendidikan dan pembinaa akhlak, rasa takut kepada Allah, dan aktivitas yang positif.

Pendidikan dan pembinaan akhlak sangat penting diterapkan sejak dini, terutama dimasa pandemi covid-19 ini sangat penting diterapkan pendidikan dan pembinaan akhlak terutama pada anak SD/MI yang masih memerlukan pembinaan akhlak baik itu disekolah maupun dirumah. Akan tetapi dalam menerapkan pendidikan maupun pembinaan akhlak pada anak SD/MI dimasa pandemi covid-19 , pendidik maupun orang tua memiliki beberapa tantangan dalam menerapkan pembinaan tersebut. Adapun tantangan yang dialami pendidik maupun guru sebagai mana yang terdapat dalam hasil wawancara dibawah ini:

“ tantangan dalam pembinaan akhlak di SD/MI yang paling sering kami sebagai guru hadapi adalah adalah kepribadian yang kurang baik dari setiap individu, factor keluarga, serta factor dari pendidik dan peserta didik itu sendiri yang sulit untuk dinasihati. Terlebih lagi dimasa pandemi ini kita tidak bisa melakukan PTT sehingga akan lebih menyulitkan kita sebagai guru dalam menerapkan pembinaan akhlak mulia pada anak. Jadi, selain pembinaan akhlak pada anak dilakukan di sekolah atau oleh guru kami harap orang tua peserta didik juga ikut berpartisipasi dalam membina akhlak anak dirumah”.

Pembinaan akhlak melalui sekolah jarak jauh di saat peserta didik sedang sekolah dari rumah (sekolah dari rumah) dapat tetap dikawal dan dikontrol oleh para guru. Salah satunya dengan memberikan lembar kontrol akhlak mulia yang harus di bina dirumah. Ada banyak prilaku positif yang dapat dikembangkan oleh guru sesuai kompetensi inti dari Kurikulum 2013 seperti memiliki sifat relijius, jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli, toleransi, gotong royong, santun, percaya diri, dll. Guru dapat mengembangkan lembar kontrol untuk diberikan kepada peserta didik dan untuk orang tua. Lembar kontrol tersebut mengakses oleh guru, setelah itu guru memberikan umpan balik. Guru kemudian menguatkan akhlak yang sudah baik dan mengubah akhlak yang masih tidak sesuai. Guru dapat pula memberikan penghargaan (prizing) kepada siswa yang berprestasi setidaknya dengan ucapan selamat (selamat) di kelompok WA peserta didik, dan memberikan hukuman. Melalui WA jalur pribadi agar nama baik tetap terjaga dan anak tidak merasa direndahkan di depan teman-teman. Peserta didik juga dapat memberikan ucapan selamat jika tugas tepat waktu dan menyerahkan jika terlambat mengerjakan tugas sebagai penanaman prilaku atau akhlak disiplin. Ketika ada kabar seorang peserta didik tidak dapat melakukan tugas karena tidak memiliki kuota internet, maka guru dapat mengajak teman – teman kelasnya untuk mentransfer pulsa sebagai bentuk penanamna prilaku empati dan peduli. Guru dan wali kelas harus selalu mengkontrol setiap kata yang ditulis oleh peserta didik di dalam grup WA anak-anak sebagai penanaman bentuk prilaku atau akhlak sopan dan santun dalam berucap dan bertanggung jawab atas semua ucapan dan perbuatan mereka.

Pembinaan akhlak anak SD/MI di masa pandemi ini harus tetap dikawal dan diawasi oleh guru. Menurut Arifin (2003) Tanggung jawab pembinaan akhlak ada di tangan kita bersama. Jadi, untuk membina akhlak anak hendaklah guru dan orang tua bekerja sama agar akhlak anak bisa terbentuk dengan baik terutama dimasa pandemi ini.

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Depdikbud. 1997. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.

Habibah, Syarifah. (2015). Akhlak dan Etika Dalam Islam. Jurnal Pesona Dasar, Vol. 1. No. 4, hal 73-87.

Prof. Dr. Ali Abdul Halim Mahmud. 1996. Karakteristik Umat Terbaik Telaah Manhaj Akidah dan Harakah. Jakarta : Game Insani Prees.

Nasharuddin. (2015). Akhlak (Ciri Manusia Paripurna). Jakarta : PT Raja Grafindo Persada.

Ali Mas’ud. 2012. Akhlak Tasawuf. Sidoarjo :CV Dwiputra Pustaka Jaya Anggota IKAPI.

 

MAIZIAH, Mahasiswa Jurusan PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAHF FAKULTASTARBIYAH DAN KEGURUAN UNIVERSITAS ISLAM NEGERI MATARAM

Example 120x600
Example 120x600