Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
BeritaDaerahHeadline

Rakor MBG Terbesar di Loteng, 177 SPPG Satukan Komitmen Tingkatkan Kualitas Layanan

×

Rakor MBG Terbesar di Loteng, 177 SPPG Satukan Komitmen Tingkatkan Kualitas Layanan

Sebarkan artikel ini

 

Lombok Tengah |Lombok Fokus — Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah bersama Badan Gizi Nasional (BGN) memperkuat komitmen untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Komitmen tersebut ditegaskan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Satgas MBG, Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), dan mitra SPPG se-Kabupaten Lombok Tengah, Kamis (8/10/2026).

IKLAN
Example 300x600

 

Rakor yang berlangsung di Ballroom Kantor Bupati Lombok Tengah mulai pukul 12.30 WITA itu disebut sebagai kegiatan koordinasi terbesar sejak pelaksanaan program MBG di Lombok Tengah.

 

Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Lombok Tengah H. Lalu Pathul Bahri, jajaran Satgas MBG Kabupaten, perwakilan Kodim, para koordinator kecamatan, 177 kepala SPPG, serta ketua yayasan dan mitra SPPG se-Lombok Tengah.

 

Berdasarkan data yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, sebanyak 177 SPPG berstatus operasional aktif di Lombok Tengah. Seluruhnya melayani lebih dari 400.000 penerima manfaat setiap hari, yang terdiri atas siswa, ibu hamil, dan ibu menyusui.

 

Besarnya cakupan pelayanan tersebut menjadi tantangan sekaligus tanggung jawab bagi seluruh pihak untuk memastikan program MBG berjalan optimal, terutama dalam menjaga keamanan pangan, kualitas gizi, dan kepercayaan masyarakat.

 

## Luncurkan Jargon Baru MBG Lombok Tengah

 

Dalam rakor tersebut, turut diluncurkan jargon baru sebagai komitmen bersama dalam pelaksanaan program MBG di Lombok Tengah, yakni **“MBG Lombok Tengah: Aman, Sehat, Berkualitas, Terpercaya.”**

 

Koordinator Wilayah BGN Kabupaten Lombok Tengah, Ihsan, mengatakan jargon tersebut menjadi pedoman bersama bagi seluruh pengelola dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada penerima manfaat.

 

“Jargon ini menjadi komitmen bersama untuk memastikan makanan yang disajikan aman dari kontaminasi, sehat gizinya, berkualitas prosesnya, dan terpercaya pengelolaannya,” ujar Ihsan.

 

Melalui jargon tersebut, seluruh pengelola SPPG diharapkan tidak hanya berfokus pada pemenuhan jumlah penerima manfaat, tetapi juga memperhatikan kualitas bahan baku, proses pengolahan, keamanan pangan, serta distribusi makanan sesuai standar yang berlaku.

 

## Satgas MBG Siapkan Lomba Menu

 

Sementara itu, Ketua Satgas MBG Lombok Tengah, Lalu Firman Wijaya, menyampaikan rencana penyelenggaraan lomba menu MBG sebagai salah satu upaya mendorong kreativitas dan meningkatkan kualitas sajian makanan di setiap dapur SPPG.

 

Firman berharap kegiatan tersebut dapat menjadi pemacu semangat bagi seluruh pengelola SPPG untuk terus berinovasi sekaligus memperkuat kerja sama dalam menjalankan program MBG.

 

“Semoga dengan adanya lomba ini nanti, dapur-dapur SPPG semakin kompak dan semakin terpacu untuk memberikan menu-menu yang sehat dan bergizi bagi para penerima manfaat,” ujar Firman.

 

Menurutnya, inovasi menu dan kekompakan pengelola menjadi bagian penting dalam mendukung pelaksanaan program MBG agar semakin baik dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

 

Melalui kegiatan tersebut, pengelola SPPG diharapkan dapat saling belajar dan mengembangkan menu yang tidak hanya memenuhi kebutuhan gizi, tetapi juga menarik serta sesuai dengan kebutuhan penerima manfaat.

 

## Pathul Bahri Tekankan Kekompakan dan Kepercayaan Publik

 

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Lombok Tengah H. Lalu Pathul Bahri menekankan pentingnya menjaga kekompakan dan sinergi seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan program MBG.

 

Ia mengajak seluruh unsur pelaksana untuk bersama-sama menjaga kepercayaan masyarakat terhadap program prioritas Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.

 

“Mari kita jaga kekompakan agar program prioritas Presiden RI, Bapak Prabowo Subianto, yakni MBG, semakin bagus citranya di masyarakat,” tegas Pathul Bahri.

 

Pesan tersebut menjadi penekanan bahwa keberhasilan program MBG tidak hanya ditentukan oleh jumlah penerima manfaat dan cakupan layanan, tetapi juga oleh kualitas pelaksanaan, koordinasi antarpihak, serta kepercayaan publik.

 

Dengan jumlah 177 SPPG operasional aktif dan cakupan lebih dari 400.000 penerima manfaat setiap hari, pengawasan, evaluasi, dan peningkatan kualitas pelayanan menjadi hal penting untuk terus diperhatikan.

 

Melalui rakor tersebut, Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah bersama BGN, Satgas MBG, dan seluruh mitra SPPG diharapkan semakin solid dalam mewujudkan program MBG yang aman, sehat, berkualitas, dan terpercaya bagi masyarakat.

Example 300250
Example 120x600
Example 120x600