MATARAM — Bank NTB Syariah mulai membidik peluang lebih besar di sektor pembiayaan perumahan di Nusa Tenggara Barat (NTB). Bank pembangunan daerah tersebut tengah mengajukan keikutsertaan sebagai penyalur Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan.
Langkah itu dibahas dalam koordinasi Bank NTB Syariah bersama Staf Ahli Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Bidang Sosial, Ekonomi, Budaya, Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, Industri dan Lingkungan, Riadi Arif Aladin, S.E., M.M., serta jajaran Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) di Kantor Pusat Bank NTB Syariah, Mataram, Senin (21/9/2026).
Pertemuan tersebut membahas perkembangan pembiayaan perumahan di NTB, termasuk evaluasi penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi melalui Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) serta peluang Bank NTB Syariah untuk terlibat dalam KUR Perumahan.
Direktur Pembiayaan Bank NTB Syariah, Agus Suhendro, mengatakan sektor perumahan memiliki potensi besar untuk dikembangkan di NTB. Karena itu, pihaknya melihat koordinasi dengan Kementerian PKP dan BP Tapera sebagai momentum untuk memperluas peran bank dalam ekosistem pembiayaan perumahan.
“Kami melihat sektor pembiayaan perumahan memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan di NTB. Karena itu, koordinasi bersama Kementerian PKP dan BP Tapera ini menjadi momentum bagi Bank NTB Syariah untuk mengoptimalkan peluang tersebut,” ujar Agus.
Menurut dia, Bank NTB Syariah sebelumnya telah dipercaya menyalurkan KUR untuk sektor UMKM dan KUR bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI). Saat ini, bank tersebut juga tengah memproses pengajuan untuk dapat menjadi penyalur KUR Perumahan.
Ada Potensi 11.061 Unit Rumah
Peluang tersebut semakin terbuka dengan adanya alokasi 11.061 unit rumah untuk Provinsi NTB dalam program pemerintah di sektor perumahan.
Agus menyebut alokasi tersebut dapat menjadi ruang bagi Bank NTB Syariah untuk memperluas portofolio pembiayaan sekaligus memperkuat kerja sama dengan pengembang perumahan di daerah.
“Dengan adanya potensi sekitar 11.061 unit rumah di NTB, kami melihat ruang yang besar untuk meningkatkan portofolio pembiayaan perumahan sekaligus memperluas kontribusi Bank NTB Syariah dalam mendukung program pemerintah, khususnya target pembangunan 3 juta rumah,” katanya















