Mataram, – Suasana haru dan khidmat menyelimuti Asrama Haji Embarkasi Lombok pada Rabu (14/5/2025) pagi, saat 386 jemaah calon haji dari Nusa Tenggara Barat (NTB) Kloter 11 resmi memasuki asrama. Mereka dijadwalkan terbang ke Tanah Suci Madinah pada Kamis (15/5/2025) pukul 05.40 WITA.
Kloter 11 merupakan kloter campuran dari enam kabupaten/kota, yakni Lombok Barat, Lombok Timur, Lombok Utara, Sumbawa Barat, Kota Mataram, dan satu jemaah tambahan dari Kabupaten Bima.
Rombongan ini terdiri dari 174 jemaah pria (45,1%) dan 212 jemaah wanita (54,9%), serta didampingi oleh tujuh petugas haji, sehingga totalnya mencapai 393 orang.
Rincian Asal Jemaah:
Lombok Barat: 172 orang (71 pria, 101 wanita)
Sumbawa Barat: 123 orang (57 pria, 66 wanita)
Lombok Utara: 69 orang
Lombok Timur: 20 orang
Kota Mataram: 2 orang (1 pria, 1 wanita)
Kabupaten Bima: 1 orang (wanita)
Petugas yang mendampingi terdiri dari 1 ketua kloter, 1 pembimbing ibadah, 1 dokter, 1 paramedis, dan 3 petugas haji daerah.
Ketua Tim Bina Haji Reguler Bidang PHU Kemenag NTB, Syukri, menjelaskan bahwa jemaah termuda dalam kloter ini adalah Mayuni Mukram, 22 tahun, dari Dusun Luwuk Tempos, Kecamatan Gerung, Lombok Barat. Sementara jemaah tertua adalah Amaq Syahrif Syah, 94 tahun, dari Dusun Lembah Berore, Kecamatan Kayangan, Lombok Utara.
“Jumlah jemaah lansia dalam kloter ini sebanyak 79 orang, atau sekitar 20,1 persen dari total jemaah,” ujarnya.
Meski tingkat risiko kesehatan cukup tinggi, seluruh jemaah Kloter 11 dinyatakan layak terbang. Hal ini disampaikan oleh Suparlan, tim medis dari BKK Balai Karantina Kesehatan Mataram.
“Dari 393 jemaah yang kami periksa, sebanyak 63,10 persen tergolong risiko tinggi (Risti). Rinciannya: 62 orang kategori Risti berat, 89 orang Risti sedang, 97 orang Risti ringan, dan 145 orang tidak Risti alias sehat,” jelasnya.
Sebanyak 31 jemaah sempat mengunjungi poliklinik embarkasi, terdiri dari 22 wanita dan 9 pria. Selain itu, 13 jemaah menggunakan kursi roda.
“Alhamdulillah, setelah dilakukan pemeriksaan dan observasi, seluruh jemaah Kloter 11 dinyatakan dalam kondisi sehat dan layak untuk berangkat ke Tanah Suci,” tambah Suparlan.


