LombokFokus|Lotim – PT United Tractors Tbk (UT) menunjukkan komitmennya dalam mendukung pendidikan vokasi di Nusa Tenggara Barat (NTB). Melalui program Sekolah Binaan United Tractors (SOBAT), Rabu (19/2/2025), UT resmi menjalin kerjasama dengan SMKN 1 Selong, Lombok Timur, dengan menandatangani Memorandum of Understanding (MoU).
Kolaborasi ini bertujuan meningkatkan kualitas pendidikan di bidang teknik alat berat, serta memperkuat kesiapsiagaan bencana di lingkungan sekolah.
Sebagai bagian dari program SOBAT, UT tidak hanya memberikan pendampingan dalam pengembangan sekolah, tetapi juga menyediakan pelatihan bagi guru dan siswa, penyusunab kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan industri, serta menghadirkan fasilitas praktik yang memadai.
Tak hanya itu, UT juga meluncurkan program SOBAT Tangguh, yang berfokus pada peningkatan pemahaman dan kesiapsiagaan bencana. Program ini mencakup pelatihan simulasi tanggap bencana, penyusunan rencana evakuasi, dan pembentukan tim siaga bencana di sekolah.
Kepala SMKN 1 Selong, Abdul Wahid, S.P., mengungkapkan jika program tersebut akan memberikan banyak manfaat bagi sekolah, baik dalam peningkatan kualitas pendidikan maupun keamanan lingkungan belajar.
“Selain meningkatkan keterampilan guru dan siswa, program SOBAT Tangguh juga akan menanamkan kesadaran akan pentingnya kesiapsiagaan bencana. Kami berharap ini bisa menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman dan tangguh,” ujarnya.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB, H. Aidy Furqan, M.Pd, turut mendukung penuh kerjasama ini. Menurutnya, kolaborasi antara SMK dan industri suatu langkah strategis, dalam mencetak lulusan yang kompeten dan siap kerja.
“Ini sejalan dengan program Pemprov NTB yang mendorong SMK untuk menjalin kemitraan dengan dunia usaha dan industri. Kami berharap semakin banyak SMK yang mengikuti jejak ini,” ungkapnya.
Dengan adanya kerjasama tersebut, United Tractors dan SMKN 1 Selong berkomitmen untuk mewujudkan pendidikan vokasi yang lebih berkualitas, serta menciptakan lingkungan sekolah yang siap menghadapi tantangan, termasuk potensi bencana.
Langkah ini menjadi bukti nyata bahwa pendidikan dan dunia industri dapat bersinergi untuk mencetak generasi yang lebih unggul dan siap menghadapi masa depan.(fit)


