Lombok Timur Lombokfokus.com – Mustim, Ketua kelompok tani bale ijuk I geram atas manipulasi data yang dilakukan Radian Hidopi atas data proposal pengajuan bantuan berupa bibit, pestisida, alsintan miliknya.
Mustim alias Amak Iska mengaku bahwa data kelompok tani miliknya yaitu kelompok tani bale ijuk I yang ada di Sembalun Bumbung di manipulasi oleh Radian Hidaopi pada tanggal 3 Desember 2024.
“Saya baru tahu kemarin ternyata sudah 2 tahun data kelompok kami di manipulasi dan diambil oleh radian hidaopi,” ujar Amak Iska saat di temui di rumahnya pada Sabtu, 08 Februari 2025 lalu.
“Yang paling parah adalah dia juga memalsukan tanda tangan saya sehingga semua bantuan itu bisa keluar dari dinas pertanian,” lanjut Mustim.
Mustim panggilan akrabnya mengatakan dari hasil manipulasi data kelompok taninya itu, Radian mendapatkan puluhan ton bibit Bawang Putih dari pemerintah tanpa sepengetahuan dirinya dan juga anggota.
“Tanpa sepengetahuan kami pemilik data, Radian sudah mendapatkan 2 ton bibit Bawang Putih di tahun 2023, dan 10 ton di tahun 2024,” kata Mustim.
“Tentu kami tidak terima, saya sebagai ketua dituntut oleh anggota agar data kelompok di rapikan kembali begitu juga dengan semua bantuan yang telah diterima dari data kelompok kami itu,” lanjutnya.
Bukan hanya berbentuk bibit Bawang Putih saja, dari manipulasi data tersebut, Radian juga mendapat (Alat Bantu Pertanian) Alsintan dan beberapa pupuk lainnya, “selain puluhan ton bibit, ia juga dapat alsintan berupa traktor dan beberapa pupuk seperti Fusngsida DNA, mulsa plastik dan lainnya,” jelas Mustim.
Bukan hanya dikembalikan, Mustim bersama anggotanya minta Radian Hidopi menjelaskan arah penggunaan semua bantuan yang telah ia terima dari pemerintah tersebut agar kelompoknya tahu.
“Kepada Radian Hidopi, kami bersama semua anggota minta semua bantuan yang telah diterima itu agar di pertanggung jawabkan, karena itu hak semua anggota, bukan hak pribadinya,” tutup Mustim.
Sedangkan Radian Hidopi, yang telah di tuduh memanipulasi data kelompok tani bale ijuk I mengatakan bahwa dirinya tidak melakukan manipulasi data kelompok apalagi secara sepihak.
“Tuduhan itu tidak benar, apalagi saya dituduh manipulasi data kelompok secara sepihak, tidak benar itu,” ujar Radian saat di konfirmasi melalui via Whatsapp pada Sabtu, 15 Februari 2025.
Radian mengatakan bahwa semua bantuan itu semula tidak bisa cair karena saat itu pak Mustim sebagai ketua kelompok tidak mau mengurus pengajuan proposalnya, sehingga bersama beberapa anggota saya diminta untuk mengajukan proposal dan akhirnya semua bantuan itu bisa cair.
“Saat mengajukan proposal, itu hasil kesepakatan teman-teman anggota lain termasuk sekretaris juga ikut setuju, jadi tidak benar kalau saya di tuduh manipulasi data apalagi secara sepihak,” kata Idaopi.
Semua yang di dapat saat saya menjadi ketua, itu perlu kami sebagai anggota kelompok tani saat itu rembuk bersama kemana akan di tempatkan itu semua, tergantung kesepakatan anggota dan juga barang yang kita dapatkan masih aman dan tidak pernah tersentuh sebelum kita rembuk angar tidak menjadi milik pribadi saya.
“Semua bantuan itu masih aman dan penggunaannya juga di ketahui oleh semua anggota,” tutupnya.


