Lombok Tengah |Lombok Fokus Deklarasikan Dukung Iqbal Dinda Komunitas DJogja Connection Gelar Silaturahmi dan Konsolidasi Bertempat di Lesehan 33 Praya Kabupaten Lombok Tengah, Minggu (06/10).
Selain Djogja Connection ada Komunitas Gen Z Bintang Sembilan dan Batur ITE, Kordinator Djogja Connection Tantauwi Jauhari mengatakan, Calon Gubernur NTB 2024 Nomer Urut 3 iqbal dan Dinda Merupakan Pemimpin Yang di Butuhkan NTB Saat ini, sosok Lalu Muhamad Iqbal yang juga merupakan alumni mahasiswa Djogja yang sangat erat hubungannya dengan bagaimana perjuangan dan kesetiakawanan beliau sebagai mahasiswa semasa kuliah.
“Konsolidasi Ini untuk Menguatkan Semangat Kita dari Komunitas agar semakin Solid Untuk memenangkan Iqbal dan Dinda menjadi Pemimpin di NTB, ” ungkapanya.
Menurutnya, figur lalu muhammad Iqbal mampu Menampung semua Aspirasi dan Keinginan semua elemen masyarakat yang dimana sangat merindukan Pemimpin yang membawa NTB lebih baik Terutama masalah kesejahteraan sosial, Pendidikan dan juga Kelestarian Lingkungan.
“Selain Alumni Djogja, kita juga merangkul beberapa komunitas lainnya seperti Batur ITE Iqbal Dinda, Gen Z Bintang 9, dan kemudian petani milenial hidroponik, Pegiat lingkungan, kemudian nanti akan menggandeng sopir atau pengendara pickup untuk kita ajak mendukung Iqbal Dinda ini,”ucapnya.
Juru Bicara Lalu Muhamad Iqbal yang hadir dilokasi acara, Ahmad Munjizun dalam keteranganya mengatakan, Dari kegiatan silaturrahmi dan Deklarasi yang digelar ini ia sangat apresiasi, dimana ada beberapa hal yang sangat penting kemudian untuk dituntaskan terkait persoalan kegalauan para generasi muda yang mengkhawatirkan dengan maraknya pergaulan dan budaya literasi yang mulai pudar, hingga persoalan beasiswa yang seolah hanya bagi orang-orang tertentu. Kemudian soal ketenagakerjaan dan industrialisasi yang dapat memakmurkan masyarakat petani dan pekerja lokal.
Hal ini ia katakan, tentu sejalan dengan Visi Misi Iqbal Dinda dimana menjadi fokus menuntaskan hal itu dalam periode kepemimpinannya apabila terpilih.
“Kita sudah punya banyak petani, tapi permasalahannya adalah ekosistem ini belum mendukung mereka untuk maju. kalau misalnya kita punya nelayan apakah sudah ada disitu mereka mau jual kemana industri pengolahan kita dimana, maka kita harus persiapkan semuanya dari hulu ke hilir itulah yang kemudian akan dicoba dipecahkan oleh Muhammad Iqbal dalam 5 tahun ke depan ini, “Pungkasnya.


