Tempe merupakan salah satu produk olahan kedelai yang amat digemari oleh masyarakat, selain karena tempe memiliki kandungan gizi yang tinggi, cita rasa yang dihasilkan oleh tempe juga enak, khususnya tempe di daerah Pejeruk yang selalu kehabisan stok karena tinggi permintaan masyarakat.
Akibat dari permintaan tinggi dari masyarakat, stok persediaan kedelai yang didapat dari produsen pun akan semakin berkurang. Dalam kondisi ini beberapa pihak yang kurang bertanggung jawab akan memainkan harga dan tidak sesuai degan harga yang beredar di pasar.
Dr. Ika Nurai Dewi, M.Pd selaku ketua Tim dari Universitas Pendidikan Mandalika (Undikma) memiliki ide untuk memanfaatkan komaq menjadi salah satu bahan baku pengganti kedelai, apalagi daerah Lombok kaya akan bahan baku komaq. Pemanfaatan komaq ini merupakan salah satu program dari diversifikasi pangan sebagai pengganti kedelai dan dapat dijadikan cemilan alternatif mencegah stunting.
Kegiatan ini dilakukan dalam beberapa tahap, yaitu obervasi ke kelompok usaha tempe di kawasan Pejeruk. Tujuan observasi ini adalah untuk mendapatkan informasi mengenai kendala yang dihadapi kelompok tani selama proses produksi. Informasi yang telah diperoleh kemudian akan dimusyawarahkan untuk mendapatkan solusi.
Langkah selanjutnya adalah melakukan percobaan pembuatan tempe komaq. Biji yang telah direbus selama 2 kali akan memberikan tekstur yang lebih empuk. Setelah itu, dilanjutkan proses pencampuran ragi dengan biji komaq. Tempe komaq yang telah tercampur kemudian dimasukkan ke dalam cetakan khusus, dan proses terakhir, tempe komaq didinginkan di dalam suhu ruang.
Hasil yang diperoleh, kemudian disosialisasikan ke kelompok usaha tempe melalui pertemuan sekaligus pelatihan pembuatan tempe komaq oleh tim dosen dengan kelompok usaha tempe. Pertemuan ini dihadiri oleh kepala lurah beserta perangkat, ibu-ibu PKK, dan kelompok usaha tempe. Bapak kepala lurah Pejeruk menyambut dengan antusias adanya pelatihan pengolahan komaq menjadi tempe yang merupakan inovasi baru dalam mengolah bahan pangan, sekaligus beliau membuka pertemuan. Kegiatan pelatihan ini terdiri dari tiga tahap, yaitu pembukaan oleh kepala lurah dan pengantar dari ketua tim dosen, penyampaian materi mengenai potensi komaq di wilayah Lombok, manfaat komaq dan aneka olahan komaq, dan yang terakhir adalah pelatihan pembuatan tempe komaq yang langsung dipandu oleh tim dosen.
Pelatihan pembuatan tempe komaq
Ibu Nurjanah, selaku salah satu peserta pelatihan menyampaikan ketertarikan dalam mengolah komaq menjadi tempe, beliau mengatakan “ ini adalah ilmu baru buat saya, saya sendiri baru tahu kalo komaq bisa dijadikan tempe dan rasanya juga lumayan enak”. Beliau berharap semoga ke depan terus ada kegiatan semacam ini agar ibu-ibu terus bertambah ilmunya dan ada produk lain yang bisa dijual untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka.
Sementara Kepala lurah Pejeruk juga mengapresiasi program ini dan sangat kagum dengan hasil olahan komaq menjadi tempe. Beliau berharap olahan komaq ini bisa terus dikembangkan, diperbaiki dari segi tekstur, kemasan dibuat sebagus mungkin sehingga besar harapan beliau olahan komaq ini bisa menembus pasar nasional sebagai makanan khas Lombok.
Partisipasi aktif dari masyarakat kelompok usaha tempe dalam sosialisasi ini menunjukkan semangat dan antusias selama mengikuti pelatihan. Keripik komaq adalah suatu ilmu baru buat mereka dan sejalan dengan pemikiran bapak kepada lurah, semoga olahan komaq ini dapat dipasarkan secara luas sebagai cemilan khas Lombok.
Penulis: Dr. Ika Nurani Dewi, M.Pd (Dosen Pendidikan Biologi Universitas Pendidikan Mandalika)


