Lombok Timur.Lombok Fokus – Seorang mayat laki-laki ditemukan di selokan air oleh seorang peria paruh baya bernama H. Bayu (54) asal Desa Sembalun saat ia hendak pergi ke kebun miliknya pada Selasa, 19 Desember 2023.
Iptu Nikolas Osman, Kasi Humas Polres Lotim, membenarkan adanya peristiwa tersebut, dimana H. Bayu menemukan sosok mayat laki-laki tersebut di sebuah selokan air dan belum diketahui identitasnya.
”Karena panik saksi kemudian mendatangi Polsek Sembalun memberitahukan anggota Polsek Sembalun tentang kejadian yang ditemukannya,” Ucap Nikolas.
Setelah mendapat infirmasi tersebut, Anggota Polsek Sembalun langsung menghubungi pihak Puskesmas Sembalun untuk bersama sama melakukan evakuasi terhadap korban. Sekitar pukul 06.55 WITA, tim yang terdiri dari pihak Puskesmas dan anggota Polsek Sembalun sampai di TKP dan menemukan posisi korban masih berada di selokan Air.
“Pada saat di temukan kondisi korban sudah tidak bernyaw,” lanjut Niko
Saat dilakukan olah TKP oleh anggota Polsek Sembalun juga ditemukan kendaraan Honda Grand tanpa Plat milik korban yang posisinya tidak jauh dari tempat korban di temukan. Kemudian pihak Puskesmas mengevakuasi korban menuju ke Puskesmas Sembalun untuk di lakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Lebih jauh dikatakan, dari hasil pemeriksaan luar yang dilakukan pihak Puskesmas di temukan luka lecet pada bagian kaki dan paha kanan yang cukup tidak beraturan dan juga di temukannya luka di bagian kepala belakang dengan diameter 5-6 centimeter. Pihak puskesmas juga melakukan visum terhadap korban.
”Pihak Puskesmas telah melakukan Visum terhadap Korban, dari perkiraan Dokter yang menangani meninggalnya korban sekitar 6-7 jam setelah di temukan,” ujarnya.
Selain itu, korban di duga meninggal karena lalai dan kurangnya hati hati, karena kendaraan korban tidak memiliki lampu dan kemungkinan saat melaju korban kurang konsentrasi sehingga kendaraan tidak bisa di kendalikan dan terjadi laka lantas.
“Dari hasil visum juga tidak di temukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban,” imbuhnya.
”Dari pihak keluarga korban menerima kejadian tersebut sebagai musibah,” Tutup Nikolas.


