Scroll untuk baca artikel

PWNU NTB : Ditengah Situasi Pandemi, Diam Di Rumah Merupakan Pangkal Keselamatan

×

PWNU NTB : Ditengah Situasi Pandemi, Diam Di Rumah Merupakan Pangkal Keselamatan

Share this article
Prof. Masnun Tahir (Tengah) Ketua PWNU NTB


LOKASI, LF |Ketua Tanfidziyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat (PWNU NTB) mengajak masyarakat untuk berdiam diri dirumah menghadapi wabah Covid 19, dengan berdiam diri ditengah situasi pandemi sekarang merupakan pangkal keselamatan.

“Mari kita membatasi diri untuk keluar rumah, kita bekerja dan melakukan aktivitas lainnya dari rumah. Dalam hadits sudah dijelaskan ” al-uzlah salamah” (berdiam diri waktu ada wabah adalah pangkal kesalamatan).” Ungkap Prof. TGH. Masnun Tahir.
Ia mengajak masyarakat untuk mematuhi segala bentuk arahan dan himbauan dari Ulama dan Umara’ demi keselamatan bersama.
“Mengingat semakin merebaknya Virus Corona atau Covid 19 kami PWNU NTB mengajak semua masyarakat untuk mematuhi arahan dan himbauan dari umara’ dan ulama. Umara’ yaitu dari Pemerintah pusat sampai yg paling rendah, termasuk seruan dari POLRI dan TNI. Sedangkan Ulama dari MUI, NU, Muhammadiyah, NW dll. Karena semua bertujuan untuk kemaslahatan bersama dan terhindar dari wabah Covid 19. Selaku PWNU NTB kami mengarahkan kita harus berikhtiar semaksimal mungkin, berdoa dan baru kita tawakal.”
Prof Masnun mengatakan, himbauan yang dikeluarkan oleh pemerintah dan ulama berdasarkan kajian mendalam dan analisis kesehatan.
“Umara’ dan ulama mengeluarkan himbauan dan fatwa agar masyarakat tidak beraktivitas di luar rumah, menghindari keramaian bukan tanpa kajian, dalil ataupun tanpa analisis kesehatan. Mereka mengambil pelajaran dan pengalaman dari negara yg sama-sama mengalami musibah ini. Mereka mengedepankan kaidah: dar’ul mafasid muqaddamun ala jalbil mashalih ( menutup pintu kemudaratan harus dikedepankan daripada mengambil manfaat). Begitu juga ” la dharara wa la dhirar (jangan sampai mencelakakan diri sendiri dan orang lain).” terangnya.
“Kebijakan pemerintah dan adanya edaran meliburkan sekolah, perkuliahan, melarang umroh, pengajian bahkan shalat Jum’at, bukan karena takut mati, tetapi agama mengajarkan agar kita melindungi jiwa manusia (hifzun nafsi).” tambah pria muda yang saat ini juga Wakil Rektor I Bidang Akademik UIN Mataram.
“Di saat kondisi sulit seperti ini, dibutuhkan ketaatan kepada umara’ dan ulama serta kerendahan hati untuk mau diatur, selalu berikhtiar sambil berdoa mencari solusi sekaligus jalan menghadirkan penyelamatan Allah bagi semua orang.” terangnya.
Masyarakat diajak untuk melakukan pencegahan dengan cara menjaga kebersihan lahir maupun bathin.
“Makanya dari awal, PWNU mengajak semua pihak untuk berusaha berikhtiar seperti menjaga kebersihan, mencuci tangan dengan sabun, beraktivitas di rumah baru berdoa dan tawakal. Berdoa dengan membaca edaran dari PBNU, PWNU dan ormas lainnya seperti membaca shalawat thibbil qulub, qunut nazilah dll, dengan harapan musibah Covid 19 cepat berlalu.” tutupnya.
www.lombokfokus.com

Example 120x600
Example 120x600