Scroll untuk baca artikel

Sosok Penunggu Gili Nanggu Lombok.

×

Sosok Penunggu Gili Nanggu Lombok.

Share this article

LOMBOK BARAT | Gili Nanggu merupakan sebuah giĺi yang ada di Kecamatan Sekotong Kabupaten Lombok Barat, Gili ini sering menjadi destinasi wisata populer di Lombok. Tahukah kalian siapa yang menunggu Gili Nanggu disaat pandemi Covid-19.

Saat pergi kesana bersama KIM Sekotong untuk melihat dampak Covid-19 pada pariwisata Sekotong, kami bertemu dengan sosok penunggu Gili Nanggu. 

“Gili Nanggu ni seperti rumah saya sendiri, kita harus menjaga kebersihan dan kenyamanan agar setiap orang bisa menikmati keindahannya,” ungkap pria paruh baya bernama Wayan Tagel.

Pria asal Dusun Tawun Desa Sekotong Barat ini hampir setiap hati dapat kita di kawasan Gili Nanggu,kawasan wisata pulau yang di kenal sebagai Gili Terawangannya Lombok Barat.

Wayan Tagel Sosok Penunggu Gili Nanggu saat ditemui. (Ist/LF).

Telah puluhan tahun,ia mengabdikan diri sebagai penjaga Gili Nanggu,menjaga kebersihannya,menjaga ikan dan terumbu karangnya,agar tak di rusak tangan tangan jahil.

“Banyak yang secara diam diam datang ke Gili Nanggu ini untuk memancing dan menjaring ikan di sini,tetapi kami sampaikan bahwa ikan dan terumbu karang yang ada di Gili Nanggu ini adalah aset wisata yang harus kita jaga dan lestarikan,”demikian ia bertutur.

Ia pun menceritakan suka dukanya selama menjaga Gili Nanggu,dimana terkadang materi yang di terima jauh dari cukup,hanya mengandalkan jasa kebersihan yang tidak seberapa dengan tanggung jawab yang sangat besar.
Namun karena kecintaannya akan gili nanggu nan Indah,tenang dan bersih membuatnya betah berlama lama di tempat ini.

Semenjak corona mewabah melanda dunia,penghasilannya sebagai juru jaga Gili Nanggu semakin berkurang bahkan bisa di bilang tidak ada sama sekali.
Gili Nanggu yang semula ramai,kini bak pulau Indah nan asing tanpa penghuni.
Suasana Gili Nanggu sekatang sepi. (Ist)


“Jarang ada pengunjung sejak musim korona ini, tetapi saya tetap harus menjaga di sini. Karena jika nanti corona ini berakhir, Gili Nanggu ini dapat nikmati seperti sedia kala.Dan sejak jarangnya pengunjung,saya perhatikan terumbu karang sudah banyak yang tumbuh,karena jarang terinjak kaki pengunjung,”cerita lelaki satu anak tersebut.

Di tengah terpuruknya dunia pariwisata akibat covid 19,ia berharap agar pemerintah dapat membantu meringankan beban para pelaku wisata yang terdampak.

“Karena penghasilan para pelaku wisata berasal dari banyaknya tamu,kalau sepi ya sepi juga penghasilan,”demikian Wayan Tagel.


Suasana Gili Kedis saat ini tidak ada pengunjung yang diperbolehkan datang. (Ist).
www.lombokfokus.com
Example 120x600
Example 120x600