Verification: 27a3a887773ff714
banner 120x600
banner 120x600
IKLAN PANJANG

Persaingan Antara Pasar Tradisional dengan E-commerce Dimasa Pandemi

Persaingan Antara Pasar Tradisional dengan E-commerce Dimasa Pandemi
Sabolah

Penulis: Nur Awwali Zundina Islami Mahasiswa Jurusan Bimbingan Konseling Islam Universitas Islam Negeri Mataram

Lombok Fokus – Berkembangnya teknologi semakin mempengaruhi kehidupan masyarakat, apapun yang dilakukan sekarang selalu mengandalkan teknologi. Hal ini juga di dukung oleh keadaan dunia, yang sampai saat ini masih mengalami dampak pendemi yang luar biasa yang kita kenal dengan pandemi covid-19. Karena pandemi ini banyak mengubah tataran atau kebiasaan, baik itu dalam bidang Pendidikan, sosial, bahkan ekonomi. Wabah yang tidak memungkinkan untuk sesorang bertemu dengan orang lain secara langsung atau tatap muka, sehingga mengharuskan bantuan teknologi untuk menunjang segala aktivitas karena takut akan virus mematikan tersebut, yaitu virus covid-19.

BANK NTB Syariah

Adapun salah satu upaya pencegahan yang dilakukan pemeritah guna untuk mencegah memutus rantai penyebaran virus covid-19 adalah kebijakan sosial distancing atau lockdown yang dimana tentunya menimbulkan dampak negative yang membahayakan pada tatanan perekonomian negara terutama sektor perdagangan.

E-commerce atau aplikasi berbelanja online mungkin sudah tidak asing lagi bagi masyarakat Indonesia di tengah masa pandemi covid-19 ini, akibat dari kebijakan sosial distancing atau lockdown yang di terapkan oleh pemerintah. Kebijakan yang mengharuskan masyarakat diam dirumah serta menjaga jarak berdampak pada pendapatan para pedagang di pasar tradiosional yang menurun drastis. Hal ini dikarenakan masyarakat sudah mulai memanfaatkan perkembangan teknologi yang sudah berkembang sangat pesat, dan lebih milih beralih untuk melaksanakan transaksi virtual atau yang lebih kita kenal dengan transaksi online.

Persaingan antara pasar tradisional dengan E-commerce ini didukung dengan minat masyarakat yang lebih tinggi untuk berteransaksi virtual di bandingkan dengan berteransaksi langsung. Hal ini disebabkan kemudahan serta kenyamanan yang ditawarkan dalam berbelanja online menjadi faktor pendukung masyarakat lebih memilih berbelanja online dari pada langsung pergi ke pasar.

READ  Lembaga Lingkungan dan Siaga Bencana PPP NTB Resmi Dikukuhkan

Tidak hanya itu harga yang ditawarkan oleh E-commerce dianggap masyarakat jauh lebih murah dibandingkan dengan harga pasar, serta keuntungan lainnya seperti promosi, cashback, vocher, dan gratis ongkir menjadi tawaran yang sangat menarik untuk masyarakat.

Tidak hanya itu Proses transaksi oleh e-commerce yang digunakan disebut dengan uang elektronik, namun tidak sedikit masyarakat juga menggunakan sistem COD (bayar di tempat). Penggunaan uang elektronik serta pembatasan interaksi ini sangat mendukung kebijakan pemerintah dalam memutus rantai penularan virus covid-19 serta menjadi solusi terbaik untuk masyarakat yang mempunyai ketakutan yang besar terkait dengan virus covid-19, karena tidak sedikit masyarakat takut jika dirinya maupun keluarga tercinta terpapar oleh virus yang sudah memakan banyak korban tersebut.

Namun dibalik keuntungan yang sangat menarik yang ditawarkan oleh berbelanja online, ada dampak negatif yang timbulkan, seperti maraknya penipuan. Penipuan yang dimaksud ialah kualitas barang ditampilkan di foto tidak sesuai dengan realita yang didapatkan, atau ukuran yang tidak sesuai, Serta kerusakan barang akibat proses pengiriman menjadi kekurangan dalam berbelanja online.

Penurunan minat masyarakat berbelanja langsung ke pasar menjadi tamparan keras kepada padagang pasar tradisional untuk lebih mengikuti perkambangan teknologi, agar dapat bersaing, karena jika tidak, hal ini dapat mengancam mata pencaharian mereka. Karena pemanfaatan teknologi yang baik adalah kunci memajukan usaha yang ada, karena pada zaman sekarang ini, masyarakat akan memilih berbelanja dengan cara yang mudah, nyaman, terkangkau serta kekinian yang sesuai dengan fashion zaman sekarang.

Kita tidak bisa menyalahkan perkembangan zaman, namun hal yang harus lakukan adalah dengan melakukan terobosan baru untuk meningkat pendapatan dan mengeluarkan ide-ide kreatif dan inovatif agar para pelaku bisnis atau pedagang tidak kalah dalam persaingan bisnis yang ketat. Karena, setiap pelaku bisis menpunyai cara atau strategi tersediri untuk menarik minat pelanggan.

READ  Universitas Mataram Libatkan Korem 162/WB Dalam Pelaksanaan PKKMB Tahun 2019

Jangan selalu berpatokan pada kalimat “ Rezeki sudah ada yang atur”, namun jika tidak dibarengi dengan usaha, tetap saja akan kalah dengan persaingan bisnis, karena yang dicari adalah kreatif, inovatif serta cara promosi yang menarik dibandingkan dengan yang itu-itu saja.

Facebook

Sabolah
banner 120x600

Tinggalkan Balasan

Sabolah
Subscribe for notification