MEMBANGUN AHLAK GENERASI RABBANI PADA ANAK SD/MI

  • Bagikan

Penulis : Ahmad Padli Prasity/Mahasiswa UIN Mataram

Lombokfokus.com | Akhlak adalah suatu tindakan atau prilaku yang murni terjadi atas dasar kemauan sendiri, bukan atas dasar dorongan orang lain atau dengan kata lain bukan termotivasi oleh apapun dan siapapun. Akhlak individu yang satu dengan lainya tentu tidak sama, pristiwa semacam ini adalah suatu bentuk kewajaran di karenakan individu yang satu dengan lainya di lahirkan oleh ibu yang berbeda, tempat yang berbeda, mendapat pendidikan yang berbeda, dan pengaruh ligkungasn yang berbeda pula. Kemudian agama dan keyakinanlah yang mengarahkan manusia untuk berprilaku baik dan berakhlakuil karimah.

Meski demikian setiap manusia tanpa pendidikan dan dorongan agama pun sebenarnya sudah memiliki sikap dan prilaku baik, sebagai contoh keetika seseorang melihat anak kecil terjatuh di pinggir jalan secara otomatris orang yang melihat pristiwa tewrsebut tentu ingin menolong yang walaupun tidak jadi menolong karna motiv lain tetapi paling tidak ketika melihat kasus itu pasti hati kita secara otomatis ingin menolong, dan prilaku semacm ini juga termasuk pri8laku terpuji. Terlepas dari itu semua saya hanya ingin mengkhususkan pembahasan tentang suatu akhlak yang termotivasi oleh agama atau keyakinan dan lebih spesifiknya adalah agama Islam

Islam adalah suatu agama yang keferehensif dalam megatur segala problemartika kehidupan baaik akhlak, syariat, tauhid, sejarah dan hal kehidupan lainya. Akhlak sangat di perlukan dan harus di bentuk pada setiap individu dan pembentukan itu semestinya di terapkan sejak anak usia dini atau pada tingkat sekolah dasar agar anak tersebut terbiasa dan secara otomatis akan menjadikan akhlak tersebut sebagai standar baik buruk dalam bertindak. Ada istilah akhlak yang sudah popular di dalam Islam sebagai sebutan bagi generasi Islam yang di harapkan mampu membawa dan memperkenalkan Islam kepada dunia melalui akhlak tersebut, akhlak tersebut dinamakan Akhlak Generasi Rabbani.

READ  Keutamaan Berhias Dengan Akhlak Yang Mulia

Kata rabbani terulang sebanyak tiga kali dalam al-Qur`an, dua kali dalam bentuk shighat (ungkapan kalimat) jama` mudzakkar salim marfû` yaitu dalam AlQur’an Surat Al-Maidah ayat 44 dan 63, serta satu dalam bentuk shighat jama` mudzakkar salim manshûb yaitu dalam AlQur’an Surat Ali Imran ayat 79. Al-Raghib Al-Ashfahani mengatakan Al-Rab menurut etimologinya adalah al-tarbiyyah (pendidikan). Dalam bahasa Arab dikatakan rabbahu dan rabbabahu. Kata al-Rab adalah mashdar yang diambil untuk menunjukkan pelaku. Sedangkan kata alrabbani dihubungkan kepada al-Rab yaitu Allah Ta`ala yang merupakan mashdar (sumbernya) dan Dialah yang memberikan ilmu (Al-Raghib A-Ashfahani, 2005: 189).

Ibnul Anbari menjelaskan bahwa, kata ‘rabbani’ diambil dari kata dasar Rabb, yang artinya Sang Pencipta dan Pengatur makhluk, yaitu Allah. Kemudian diberi imbuhan huruf alif dan nun (rabb+alif+nun= Rabbanii), untuk memberikan makna hiperbol. Dengan imbuhan ini, makna bahasa ‘rabbani’ adalah orang yang memiliki sifat yang sangat sesuai dengan apa yang Allah harapkan. Kata ‘rabbani’ merupakan kata tunggal, untuk menyebut sifat satu orang. Sedangkan bentuk jamaknya adalah rabbaniyun. Qatadah dan Atha’ mengatakan: Rabbaniyun adalah para fuqaha’, ulama, pemilik hikmah (ilmu).

Rangkaian kegiatan yang dapat menumbuhkan karakter Rabbani di Sekolah Dasar, mengindikasikan bahwa proses pembelajaran dan pembudayaan nilai-nilai pendidikan agama mengalami peningkatan yang signifikan. Keberhasilan ini karena ditunjang oleh strategi dan program yang telah tersusun. Startegi mencakup cara-cara yang ditempuh sedangkan program menyangkut kegiatan operasional yang perlu dilakukan. Strategi dan program merupakan dua hal yang selalu berkaitan. Selain itu Untuk membudayakan nilai-nilai ajaran agama Islam dapat dilakukan dengan beberapa cara, antara lain melalui kebijakan pimpinan sekolah, pelaksanaan kegiatan belajar mengajar di kelas, kegiatan ekstrakurikuler di luar kelas serta tradisi dan perilaku warga sekolah secara kontinyu dan konsisten, sehingga tercipta budaya Islami tersebut dalam lingkungan sekolah

READ  Problematika Pendidikan Ahlak Dalam Keluarga

Label rabbani menggambarkan generasi emas umat (golden age) Islam. Generasi rabbani adalah generasi yang sukses, posisinya selalu berada dalam garis ajaran Islam, dan selalu mengajak orang lain untuk dekat dengan Allah. Generasi rabbani, generasi yang akan selalu berada di barisan terdepan dalam menegakkan kalimatullah, menegakkan syariat Islam. Generasi rabbani menjadi teladan karena secara duniawi generasi ini adalah orang-orang yang kaya jiwa dan unggul dari sisi ketaqwaannya.

Pendidikan rabbaniyah adalah sesuatu yang amat penting untuk membentuk generasi yang memiliki kekuatan akidah dan akhlak, memahami kepentingan ilmu untuk mengurus diri dan ilmu mengurus sistem. Kesemuanya diintegrasikan supaya pendidikan mampu melahirkan insan seimbang dan harmoni.

Maka penerapan yang perlu di ciptakan pada anak tingkat SD/MI adalah suatu karakter yang di integrasikan dengan nama dan sifat Allah yang terdapat pada asma al husna, seperti Ar Razzaq yang artinya pemberi rezeki, Al Goffar yang artinya maha pengampun, Al Adli yang artinya maha adil, dll.

Namun perlu juga di ketahui bahwa tidak semua sifat dan nama Allah bisa di lakukan oleh manusia anak SD/ MI,, melainkan hanya sifat sifat yang layak dan di anggap baik serta rasional bila di lakukan oleh anak SD /MI.

Maka implementasi yang perlu di tampakkan adalah prilaku yang baik seperti memberi teman atau guru hadiah ketika di sekolah, sifat pemberi inilah yang di namankan sifat atau karakter generasi rabbani karna pemberi adalah sifat Allah yaitu Ar Razzaq namun mampu di wakilkan oleh anak SD/ MI. Pada kasus lain anak di arahkan untuk memimpin seperti menjadi ketua kelas dan mengatur kelas serta berbuat adil kepada teman sekelasnya itu sudah meniru sifat Alah yaitu Al Adli. Pada kasus lain juga sering kita temukan kasus atau kejadian di tingkat SD/ MI seperti berkelahi, dan saling menghina maka sifat pemaaf yang di terapkan oleh anak tersebut sudah mampu meniru sifat dan karakter Allah yaitu Al Goffar yang artinya maha pemaaf dan pengampun.

READ  Tugas dan Kriteria Guru Dalam Pendidikan Islam

Sebelum masuk ke penerapan di atas terlebih dahulu sangat perlu di tanamkan pada diri anak ilmu dan pengetahuan agama (Islam) yang mencakup akidah, syariat, kisah Rasul, dan akhlak, sehingga ketika anak peserta didik berbuat baik atau bertindak ada yang ia jadikan barometer sebagai standar baik buruk dalam bertindak sehinga penerapan akhlak generasi Rabbani pada anak tingkat SD/ MI lebih terarah, practice, efektif dan efisien.

Penerapan akhlak semacam ini tidak akan mudah bila tidak menampilkan contoh akhlak tersebut, itulah sebabnya guru atau pendidik mesti mempunyai atau mempraktikan prilaku rabbani dulu sebelum nantinya di perlihatkan dan di cintohkan olleh peserta didik sehingga pada penerapanya nanti guru dan siswa saling berintegrasi dan berkorelasi dalam menjalankan Akhlak Generasi Rabbani.

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Berlangganan    Yes No thanks