Peroleh Keberkahan Ilmu Dengan Kedepankan Adab Kepada Guru

  • Bagikan

Penulis : Desi Safitri

Mahasiswa UIN Mataram

Lombokfokus.com | Di zaman sekarang ini, sering kali terlihat moral peserta didik telah mengalami kemerosotan. Peserta didik cenderung melupakan sopan santun ( Adab) terhadap guru yang sebenarnya Guru adalah orang tua setelah Ayah dan Ibu, bahkan guru bukan sekedar orang tua kedua, tetapi mereka juga penerus Kenabian dalam pendidikan dan dakwah Islam.

Sering kita temukan peserta didik sekarang ini, ketika dibentak oleh gurunya akibat dari kenakalan yang dibuat oleh mereka sendiri disekolah mereka ngadu ke orang tuanya yang akan membuat orang tua mendatangi guru dan bahkan memarahi guru dari peserta didik seolah – olah yang salah adalah gurunya. Dan hal tersebut sangat berpengaruh terhadap keberkahan Ilmu yang akan di dapat.

Menjaga adab terhadap guru sangat penting dilakukan oleh peserta didik dalam menuntut ilmu, karena kunci keberkahan ilmu adalah adanya keridhoan dari guru, maka untuk mendapatkan keridhoan tersebut peserta didik harus menjaga adab terhadap Guru.

Adapun adab peserta didik kepada guru yang dikatakan Imam Ghazali yang memiliki makna tersendiri yaitu:

1.Memberi salam mengajarkan kepada peserta didik bahwa yang muda harus menghormati yang tua sebagaimana hubungan antara peserta didik dan guru.

2.Tidak banyak berbicara didepan guru maksudnya adalah bahwa didepan guru seharusnya peserta didik menjaga etika agar tidak menunjukkan kesan lebih tahu dari pada guru.

3.Berdiri ketika guru berdiri dimaksudkan agar ketika guru membutuhkan bantuan tertentu, peserta didik sudah bersiap untuk membantu serta menujukkan rasa hormat kepada guru.

4.Tidak mengatakan “pendapat fulan berbeda dengan anda” agar diri selalu menempatkan dirinya tawadu’ dan menghargai pendapat gurunya.

5. Tidak bertanya – tanya kepada teman saat guru menyampaikan materi dengan maksud menghindari forum dalam forum.

READ  PENGARUH LINGKUNGAN TERHADAP KARAKTER ANAK

6. Tidak mengumbar senyum ketika guru berbicara dimaksudkan agar tidak terjadi kesetaraan antara peserta didik dan guru yang menjadikan martabat guru lebih rendah.

7. Tidak menunjukkan secara terang – terangan perbedaan pendapat terhadap guru.

8. Tidak menarik pakaian guru ketika berdiri berarti mengajarkan etika yang harus dilakukan oleh peserta didik terhadap gurunya.

9. Tidak menanyakan sesuatu tengah masalah di tengah perjalanan sebelum guru sampai di rumah, mengajarkan peserta didik agar memberi waktu kepada guru ketika di luar majelis.

10. Tidak banyak mengajukan pertanyaan kepada guru ketika guru sedang lelah, sebab guru juga manusia biasa, maka memberi waktu untuk beristirahat juga sangat penting sebagai peserta didik.

Jadi sangat jelas bahwa menghormati guru itu harus ditanamkan sejak dini kepada peserta didik, agar murid mengetahui adab terhadap guru dan tidak terjadi hal yang tidak di inginkan ( tidak barokah ilmu yang di dapat karena kurangnya adab terhadap guru) sehingga dalam menuntut ilmu para peserta didik diberi kemudahan untuk memahami berbagai macam ilmu pengetahuan yang ada.

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Berlangganan    Yes No thanks