Pengaruh KEJIWAAN terhadap GAME ONLINE

  • Bagikan

Penulis; Pratiwi oktaviana

Lombokfokus.com | Bermain game online bisa menjadikan seseorang menyenangkan dan sering dijadikan untuk mengisi waktu luang tetapi mereka tidak melihat dampak hal tersebut, mulai dari anak-anak sampai kalangan dewasa kerap berpengaruh dengan game online, kecanduan terhapap game online bisa mempengaruhi psikis seseorang jika berlangsung srcara terus menerus dan tidak teratasi. Bukan hanya berpengaruh pada psikis saja, game online juga bisa berpengaruh pada kesehatan fisik. Selain itu, anak yang adiksi terhadap game online dan memainkannya setiap hari juga bisa berpengaruh pada interaksi sosialnya yang memburuk. Keterampilan sosialnya bisa berkurang karena sering bermain game online. Anak bisa menjadi egosenteris, individualistik, dan akan kesulitan bekerja bersama dalam kelompok.

Kepala Sub Direktoreat Masalah Kesehatan Jiwa Anak Dan Remaja. Dr Lina R Mangaweang Sp.Kj, mengatakan dampak psikis yang terjadi pada anak akibat kecanduan game bisa membuatnya menjadi cemas, mudah tersinggung dan konstrasi menurun, karena kurang tidur, emosi mudah terpancing, konstrasi terganggu. Kalau tidak diatasi bisa menganggu fungsi kognitif,
Ada beberapa ciri yang bisa dibaca dari anak yang mulai kecanduan game online.

Dr. Darmawan menjelaskan, ciri tersebut diantaranya, anak akan bermain game lebih dari 30 jam dalam seminggu. Durasi waktu ini bahkan hampir menyamai orang bekerja yang rata-rata mengahabiskan waktu 40 jam dalam seminggu. Mereka yang banyak mengahbiskan waktu untuk bermain game menjadi kurang produktif.

Mereka yang kecanduan game menjadi tidak bisa berkonsentrasi ketika bekerja maupun belajar. “salah satu ciri ketergantungan dia tak bisa mengendalikan dirinya walau dia tahu itu tak bermanfaat tapi dia tetap melakukan hal tersebut,”kata dharmawan. Padahal dalam keseharian, seseorang perlu melakukan variasi kegiatan dan aktivitas. Namun, gangguan karena kecanduan game seringkali bukan persoalan primer.

READ  Polres Sumbawa Respon Laporan Dugaan Persetubuhan Anak Dibawah Umur

Fakta-fakta yang terurai dalam ungkapan ulasan mereka menjadi sebuah unsur berpengaruhnya terhadap otak dan kejiwaan game online,ketergantungan diawali dari sebuah ajakan “mabar” dan mengabiskan waktu untuk bermain game tersebut. Hilangnya kendali diri ini membuat pecandu game cenderung menomorsatukan gaming dalam hidupnya sehingga akan melakukan berbagai cara untuk dapat menuntaskan hasrat akan candunya dan tak peduli atas konsekuensi dan risikonya dan ini kerap terjadi kepada anak dibawah umur.

Kasus gaming dalam hidupnya sehingga akan melakukan berbagai cara untuk dapat menuntaskan hasrat akan candunya dan tak peduli atas konsekuensi dan risikonya dan ini kerap terjadi kepada anak dibawah umur.

Kerap terjadi kasus tersebut terutama pada anak di bawah umur, anak menggunakan gadget diluar kepentingan belajar lima jam lebih perhari hingga lupa waktu,mereka lupa dengan kewajiban yang dilakukan seperti sholat, mengaji, belajar. Pada khalayaknya anak dini kerap biasa bermain dengan tradisi-tradisi yang dijalankan setiap permainan anak-anak tetapi sejak datangnya game online teknologi tersebut, tradisi jarang mereka ketahui dan mereka mengabaikan hal-hal yang memang itu permainan mereka sejak dini. Tentu tidak bisa dibiarkan begitu saja terlebih lagi efeknya yang sangat buruk bagi anak yang masih diusia sekolah.

Kasus yang terjadi pada anak dalam ulasan “orangtua marahi kasir karena biarkan anak top up game Rp. 800 ribu ” dari kasus tersebut fakta terjadi karena pengaruh terhadap game online hingga berani mengeluarkan uang hingga ratusan ribu, peristiwa prihal kasus tersebut menyedot perhatian sekitar dalam kasus memarahi kasir di sebuah supermarket karena orang tua tidak terima anaknya membeli voucher game online senilai ratusan ribu tersebut.Pengaruh terhadap game online ini tidak berfikir panjang apa yang sedang ia akan lakukan dan tidak melihat dampak yang akan terjadi.

READ  Cari Bibit Atlet Tinju, Ketua Pertina Loteng Rekrut 139 Peserta Latihan Dari 12 Kecamatan

Anak-anak hingga remaja menjadi kelompok masyarakat yang rentan mengalami gangguan jiwa akibat pengaruh game online karena ketertarikan mereka terhadap visual dibandingkan kelompok usia lain. Anak-anak biasanya suka dengan gambar-gambar dan suara dari game tersebut, jika sudah tercandu timbulah halusinasi kinestetik yang merupakan kondisi ketika anggota badan seseorang bergerak seolah-olah sedang memainkan sebuah permainan dalam sebuah ruang. Gangguan halusinasi itu seringkali dialami para pecandu game online baik pada anak-anak hingga dewasa.

Proses penyembuhan untuk para pecandu game online itu tergantung pada usia dan rentang waktu mengalami gangguan dan terdapat pada factor yang mempengaruhi penyembuhan kecanduan game online dengan lingkungan social serta status ekonomi dan latar belakang pribadi.mengharapkan dukungan penuh dari orang tua agar memberikan pengawasan dan pemahaman tentang bahaya bermain game online secara berlebihan dengan memberikan kegiatan fisik kepada anak penyaluran hobi ataupun kegiatan ekstrakulikuler di sekolah. Memberikan batasan waktu saat bermain dengan teratur agar dapat membantu dan membagi waktu antara bermain game online dan menyelesaikan kewajiban lain.

Kecanduan game online secara berlebihan dan tidak bisa mengatasi berbagai cara dalam penyembuhan bagi pecandu game online, perlu adanya berkonsultasi ke psikolog atau psikiater untuk mengatasi masalah tersebut, dokter atau psikolog mungkin akan memberikan psikoterapi teknik yang dapat mengatasi gangguan kecanduan game online dengan terapi kognitif perilaku atau Cognitive Behavioral Therapy (CBT).

Adapun keismpulan diatas untuk kita bisa pelajari bersama tentang gambaran pengaruh terhadap game online tersebut :
Perkembangan teknologi di era digital ini tidak dapat dipungkiri sangat pesat adanya. Salah satu produk perkembangan teknologi saat ini digemari kalangan anak-anak hingga dewasa adalah game online.

READ  Polda NTB Launching Kampung Sehat Jilid II

Semestinya game online dimanfaatkan untuk hiburan tetapi yang terjadi game online dimainkan secara berlebihan, digunakan sebagai tempat utnuk melarikan diri dari realitas kehidupan sehingga yang terjadi adalah berpengaruh kecanduan game online. Hal ini akan berakibat buruk terhadap berbagai aspek kehidupan anak-anak hingga dewasa. Untuk itu, game online sebagai bentuk dari perkembangan teknologi perlu disikapi dengan bijak supaya tidak berdampak buruk bagi anak-anak.

Dengan demikian anak-anak perlu diberikan upaya pencegahan terhadap kecanduan game online, sehingga diharapkan dapat terhindar dari kecanduan game online. Juga diharapkan pihak-pihak terkait dapat bersinergi dalam melakukan berbagai upaya yang telah disampaikan.

 

Penulis; PRATIWI OKTAVIANA

Mahasiswa UIN Mataram Prodi Komunikasi Penyiaran Penyiaran Islam

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Berlangganan    Yes No thanks