Menuju Kebahagian Dunia Akhirat Dengan Pendidikan Akhlak Islam

  • Bagikan

Penulis : Haerani
Mahasiswa UIN Mataram

Lombokfokus.com | Seseorang tidak akan hidup bahagia di dunia dan akhirat sebagaimana ditegaskan oleh agama terakhir ini kecuali  kebahagiaan duniawi dan ukhrawinya tidak akan konsisiten tanpa memberi perhatian lebih dalam kehidupan duniawinya kepada dua hal.

Pertama, beriman kepada Allah, para malaikat, kitab-kitab suci, para rasul, hari akhir, dan kepada baikburuknya takdir. Kedua, mengikuti pola hidup Islami dengan segala konsekuensinya seperti melaksanakan rukun-rukun Islam, berbuat baik, adil, mau berdialog, da’wah, amar ma’ruf nahi munkar, dan Jihad di jalan Allah.

Tidak ada tujuan yang lebih penting bagi pendidikan akhlak Islam daripada membimbing umat manusia di atas prinsip kebenaran dan jalan lurus, jalan Allah yang dapat mewujudkan kebahagiaan dunia-akhirat mereka.

Akhlak yang baik ialah tujuan pokok pendidikan ini dan akhlak tidak disebut baik kecuali jika sesuai dengan ajaran Al-Our’an dan hal ini. Secara global kami sampaikan pokok-pokok akhlak yang baik, yaitu: memberikan rasa cinta kepada semua manusia baik melalui ucapan maupun perbuatan, rasa toleran ketika melakukan transaksi jual-beli atau yang semisalnya, menjaga hak keluarga, kerabat, dan tetangga tanpa menunggu diminta, menjauhi sifat kikir, marah, dan sifat-sifat tercela yang lain
tidak memutuskan hubungan silaturrahim dan mendiamkan orang lain, tidak berlebihan dalam bermuamalah antar-sesama, dan berakhlak mulia. Dengan mencapai masing-masing kualitas di atas, tercapailah salah satu tujuan pendidikan akhlak Islam dari sekian banyak tujuaan yang harus dicapainya seperti halnya:

Pertama, mempersiapkan manusia beriman yang beramal shalih, sebab tidak ada sesuatu yang dapat merefleksikan akhlak Islami seperti halnya amal shalih dan tidak ada yang dapat merefleksikan iman kepada Allah dan komitmen kepada pola hidup Islami seperti halnya pentauladanan diri kepada praktek normatif Nabi.

READ  Musik Dan Penyanyi Dangdut Merusak Etika Anak Bangsa

Kedua, mempersiapkan Mukmin shalih yang menjalani kehidupan dunianya dengan menaati hukum halal-haram Allah seperti, menikmati rejeki halal dan menjauhi setiap tindakan yang menjijikkan, keji, munkar, dan jahat.
Ketiga, mempersiapkan Mukmin shalih yang baik interaksi sosialnya baik dengan sesama kaum Muslimin maupun dengan kaum non-Muslim, interaksi sosial yang diridhai Allah karena sesuai syariat dan sesuai petunjuk Nabi demi terwujudnya keamanan bersama dan ketenangan kehidupan mulia manusia.

Nilai-nilai akhlak tidak akan tegak di tengah masyarakat dan membuahkan hasil, tidak pula dapat merealisasikan tujuan-tujuan yang sudah kami sampaikan di atas jika individu-individu belum mengenal betul apa arti nilai kehidupan duniawi mereka dan kemudian mempraktekkannya dalam bingkai akhlak Islami. Dalam konteks ini kami ingin menyinggung beberapa fenomena yang mungkin membantu mengenalkan nilai kehidupan dunia menurut perspektif Islam.

Pendidikan akhlak Islam mempunyai pengaruh efektif terhadap setiap perjuangan kaum Muslimin, terhadap keimanan, keislaman, kebaikan, amar ma’ruf nahi munkar, dan jihad mereka di jalan Allah. Perjuangan mereka tidak sempurna dan tidak diterima Allah kecuali jika dilaksanakan dengan tulus, benar, dan mengikuti petunjuk Nabi. Ini nilai-nilai akhlak pendidikan yang diajarkan Islam untuk meluruskan jalan perjuangan para da’i. Agar dapat diterima Allah, setiap amal yang akan dihadirkan oleh pelakunya kepada-Nya, baik amal duniawi maupun amal ukhrawi, baik berupa kewajiban maupun anjuran, membutuhkan tata nilai akhlak yang mulia seperti: kejujuran, ketulusan, kesucian, kesabaran, dan pengorbanan.

Dengan tadabur dan telaah ayat-ayat Al-Our’an dengan seksama, seseorang akan menemukan ketegasan bahwa Al-Qur’an secara global merupakan seruan kepada akhlak mulia dan menjauhi akhlak Tercela.
Hal yang ingin kami tegaskan mengenai sikap Al-Qur’an terhadap keutamaan dan ketercelaan ini ialah bahwa kitab suci ini diturunkan untuk tujuan reformasi dunia dan akhirat, keselamatan akidah dan akurasi ibadah, dan interaksi yang baik dengan Allah, diri sendiri, sesama manusia, dan alam sekitar. Prinsip-prinsip dan ketentuanketentuan yang mengatur kehidupan umat manusia di bidang sosial, ekonomi, politik, peradaban ilmu pengetahuan dan teknologi, kebudayaan serta kemajuan dan peningkatannya, semua im telah diuraikan dengan jelas oleh ayat-ayat Al-Qur’an.

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Berlangganan    Yes No thanks