Kapolda NTB : Ponpes Nurul Hakim yang Paling Taat Prokes

  • Bagikan

Alumni pondok pesantren Nurul Hakim yang tergabung dalam Ikatan Keluarga Alumni Pondok Pesantren Nurul Hakim (IKAPPNH), sukses menggelar acara halal bihalal secara offline maupun online bersama dengan para alumni yang ada di seluruh wilayah di Indonesia maupun yang ada di luar negeri.

Secara offline halal bi halal, digelar dengan menerapkan protokol kesehatan (Prokes) yang sangat ketat. Dimana pusat kegiatan yang dilakukan di Masjid Firdaus Ponpes Nurul Hakim, membatasi jumlah peserta yang boleh masuk di dalam masjid, Minggu (6/6/2021).

Kegiatan halal bi halal dihadiri langsung oleh Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah bersama istri, Kapolda NTB, Irjen Pol Muhammad Iqbal, Sekda Lobar, Baihaqi dan para alumni serta Tuan Guru.

Dalam sambutan halal bihalal, Kapolda NTB mengatakan kalau Ponpes Nurul Hakim adalah Ponpes yang paling taat protokol kesehatan. “Ponpes Nurul Hakim yang paling taat Prokes,” kata Kapolda.

Ini terlihat dari pelaksanaan kegiatan dari semua pintu masuk sudah menerapkan Prokes, dan jumlah kehadiran para alumni juga dibatasi. Begitu juga di lokasi acara peserta menggunakan masker dan menjaga jarak, yang semua telah diatur oleh panitia pelaksana.

Iqbal berharap, melalui momentum halal bi halal ini bisa semakin memperkuat persaudaraan dan menjalin silaturahmi antar semua umat Islam. Sehingga bisa menciptakan kondusifitas daerah atau NTB yang aman dan tentram. “Kita sama-sama berdoa agar wilayah hukum NTB tetap kondusif,” harapnya.

Hal yang sama juga dikatakan oleh Gubernur NTB bahwa acara digelar dengan Prokes yang ketat, sekaligus memberikan apresiasi atas penerapan Prokes di Ponpes Nurul Hakim.

Ia melihat para alumni Ponpes Nurul Hakim sudah tersebar dimana-mana, dan sudah memiliki peran untuk memajukan ummat. Gubernur berharap ke depannya ada alumni dari Nurul Hakim yang menjadi kepala daerah, karena untuk anggota DPRD sudah ada. “Mudahan nanti ada alumni Nurul Hakim jadi Bupati,” doa Gubernur.

READ  Ground Breaking Pembangunan 8 Gudang Logistik PMI Se Indonesia Dipusatkan di NTB

Ponpes Nurul hakim kini sudah berusia 73 tahun, sejak resmi berdiri tahun 1948 silam. Dari awalnya luas lahan 6 are, kini sudah menjadi 9 hektar.
Demikian lulusan Nurul Hakim juga sudah menyebar kemana-mana, bahkan sudah menyapa dunia. Karena tersebar di berbagai belahan dunia, seperti di Timur Tengah dan negara-negara di dunia lainnya.

Dalam kesempatan itu, Pimpinan Ponpes Nurul Hakim, TGH Muharar Mahfuz, mengatakan, jumlah santri dan mahasiswa Ponpes Nurul Hakim saat ini berjumlah lima ribuan lebih. Sehingga dalam setiap acara pastinya selalu ramai, karena semua santri dan mahasiswa hadir.

Namun dalam halal bi halal kali ini, panitia bisa mengatur dan membatasi. Para santri bisa mengikuti kegiatan dari ruang asrama mereka masing-masing, melalui saluran online yang sudah disiapkan.Hal ini dilakukan dalam rangka menjaga Prokes dan untuk memutus penyebaran Covid-19.

“Karena Covid, kita harus mengatur kehadiran para alumni dan santri,” terangnya.

Setelah acara, Ketua panitia halal bihalal, Karman BM pada wartawan menjelaskan bahwa rangkian kegiatan ini dilakukan selama 2 hari, setelah halal bihalal, dan besok ada seminar Internasional di Ponpes Nurul Hakim, secara Hybrid dan live di platforn media sosial.

Menghadirkan pembicara seperti Muhammad Syaroni Rofii, Ph.D (Dosen SKSG Pasca Sarjana Universitas Indonesia, Alumni Marmara University Turki, Dr. Mohammad Mohiuddin (Mahi) -Founder Chairman, Global Philanthropic Planet (GPP) Foundation -Advisor, Islamic Economics Association, Kuwait University,  Tokoh Muda Palestina, CEO Palestinian Cultural Organization Malaysia  dan Dr. Ahmad musaddad, alumni NH, tinggal di Makkah.

Aktifis kepemudaan itu berharap acara Halal Bihalal dan seminar internasional ini dapat menambah ikatan kekerabatan sesama alumni nulul hakim.

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Berlangganan    Yes No thanks