Garis Demokrasi Angkat Bicara Pengangkatan Bambang Jadi Direktur PDAM Lombok Timur 

  • Bagikan

Lombok Timur– Lembaga Advokasi, transparansi dan demokrasi (Garis Demokrasi) mengaku kecewa terhadap kebijakan Bupati Lotim, HM.Sukiman Azmy yang kembali mengangkat mantan Direktur Utama PDAM Lotim yang di berhentikan Bambang Suprayitno menjadi Pelaksana Tugas (Plt) Direktur PDAM.

Dengan berdasarkan Keputusan Kepala daerah yang mewakili pemerintah daerah dalam kepemilikan kekayaan daerah yang dipisahkan PDAM Lotim dengan Nomor : Kep.07.12|47|PDAM|V|2021 tentang pengangkatan pelaksana tugas Direktur Utama dan Direktur PDAM Lotim.

” Terus terang kami sangat kecewa dengan keputusan Bupati yang mengangkat mantan Dirut PDAM menjadi Plt Direktur PDAM,” tegas Sekretaris jenderal Garis Demokrasi , Mawardi salam , SE dalam keterangan persnya, Selasa (18|5).

Ia mempertanyakan kepada Bupati sukiman atas dasar apa mantan Dirut PDAM Lotim diangkat lagi menjadi Plt Direktur PDAM, direktur apa jabatannya ” ini kan aneh bin ajaib, masak orangnya di pecat dari jabatan definitifnya lalu di jadikan PLT di jabatan itu setingkat lebih rendah di institusi yang sama lagi, ada apa ini , kok kesannya main main dan menghina ini , jangan seperti itu dong, ini daerah bukan hanya untuk bambang seorang guys ” tandasnya , selama ini yang bersangkutan tersebut di pecat dari jabatan depinitifnya sebagai dirut PDAM karena dia tidak banyak memberikan kemajuan bagi PDAM yang dipimpinnya.

Bupati sendiri mengakui bahwa kinerja bambang ini tdk beres sesuai hasil evaluasi yang dilakukan , Sehingga terjadi pergantian di jajaran dari tingkat Direktur Utama sampai direktur.

Mawardi yang biasa di panggil amaq najwa itu kembali menegaskan
” Yang menjadi pertanyaan kami kenapa mantan Dirut PDAM itu kembali digunakan Bupati memegang jabatan Plt Direktur ? apa istimewanya yang bersangkutan dimata Bupati,” ujarnya dengan penuh tanda tanya.

READ  Sekelompok ABG Kena Tegur Polisi saat Weekend tak Taat Prokes di Jalur By Pas BIL NTB

Seharusnya lanjut Mawardi, kalau ingin melihat perkembangan dan kemajuan di PDAM Lotim kedepannya harus merombak total jajaran direksinya. Dengan mengganti orang yang baru dan memiliki kopenten dalam bidang tersebut.

Bukan malah mengangkat dan mendudukkan kembali orang orang yang telah GAGAL dalam mengemban amanahnya di jabatan itu , ini kan kegoblokan yang nyata namanya , sudah tau orang gagal dan buat masalah masih di percaya lagi, ingat lo bupati ini pemimpin besar dan insyaalloh akan maju sebagai gubernur NTB, beliau harus meninggalkan legasi yang baik di ahir kepemimpinnannya di lombok timur yang nota benenya sebagai barometer politik NTB, jangan sampai kegagalan pemimpin terdahulu terulang lagi oleh hanya untuk membela satu orang, jangan sampai seperti pepetah yang mengatakan ” karena nila setitik rusak susu sebelanga ” , kami sayang bupati kiman tapi tdk suka dia di manfaatkan oleh orang orang yang hanya memikirkan dirinya sendiri, ini koreksi buat semuanya supaya lebih arif dan bijaksana.

” Kami salut dengan keputusan Bupati mengganti jajaran direksi PDAM, akan tapi lebih acungkan jempol apabila Mantan Dirut PDAM tidak diberikan posisi lagi,karena kami anggap dia gagal total dan tidak berhasil, bahkan kami dapat bocoran bahwa dalam evaluasi yang di lakukan oleh dewan pengawas PDAM menghasilkan temuan yang luar biasa dan terancam pidana korupsi serta penggelapan, salah satu contohnya terkait Pipa pipa bekas milik BWS NT 1 di klaim sebagai aset PDAM ” tandasnya menutup pembicaraan .‎

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Berlangganan    Yes No thanks