Witjaksono Bantu Korban Banjir Bima

Witjaksono, Ketua Umum Pimpinan Pusat Serikat Nelayan NU (PP SNNU) menyerahkan bantuan sembako untuk masyarakat yang terdampak banjir bandang Bima NTB, Jumat (23/4/2021).

Bantuan tersebut dikirim oleh PP SNNU yang kemudian didistribusikan oleh PW SNNU NTB yang juga didampingi PC SNNU Kabupaten Bima

Dalam keterangannya PW SNNU NTB Hardiansyah menyampaikan pesan dari Ketua Umum Pimpinan Pusat Serikat Nelayan NU H.Witjaksono yang turut berduka atas musibah yang menimpa masyarakat Kabupaten Bima NTB

“Ketua Umum Pimpinan Pusat Serikat Nelayan NU turut berduka atas musibah banjir bandang yang menimpa masyarakat di Bima NTB, semoga masyarakat Bima diberikan kesabaran,” Kata Hardi mengutip Pesan Ketua Umum PP SNNU H. Witjaksono

SN NU Kabupaten Bima menambahkan masyarakat sangat berterima kasih atas perhatian dan bantuan dari Ketua Umum PP SNNU H Witjaksono.

“Masyarakat sangat bersyukur dan menyampaikan ucapan terimakasih yang sebesar-besarnya. Masyarakat juga mendoakan H. Witjaksono, semoga bantuannya bernilai ibadah dan masyarakat serta SNNU Bima doakan semoga beliau jadi menteri,” harapnya

Selain menyerahkan Bantuan sembako untuk Korban Banjir H.Witjaksono foundation juga menyerahkan sembako untuk warga nelayan di Soromandi.

Sebelumnya Hujan yang turun selama kurang lebih sembilan jam pada Sabtu (3/4), di seluruh wilayah Kabupaten Bima menyebabkan bendungan yang ada di empat kecamatan meluap, sehingga menggenangi persawahan dan perumahan warga di 29 desa.

Tercatat wilayah yang terdampak banjir adalah Kecamatan Madapangga, Kecamatan Bolo, Kecamatan Woha, dan Kecamatan Monta, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat. Dikabarkan banjir terjadi mulai Ahad (4/4) sekitar pukul 15.00 WITA.

Berdasarkan Data BPBD sebanyak 10.185 kepala keluarga dengan jumlah 29.182 jiwa terdampak. Dua warga meninggal dunia akibat banjir.

Total rumah rusak akibat banjir Bima sebanyak 5.333 unit. 380 unit rusak berat, 2.176 unit rusak sedang dan 2.777 unit rusak ringan.

Selain itu, fasilitas yang rusak, 49 unit fasilitas pendidikan, 26 unit fasiltas kesehatan, 25 unit fasilitas peribadatan, 29 fasilitas umum, 13 unit kebinamargaan seperti jalan dan jembatan rusak.

350 hektare lahan pertanian juga terdampak. Tambak terdampak sebanyak 1.158 hektare, irigasi 46 unit dan 8.240 ekor ternak warga terdampak.

Default image
Admin
Articles: 2246

Leave a Reply