Kades Menceh dan Kadis Perindag Tidak Hadir Hearing FRB dan SBMI Dead Lock

Lombok Timur– Forum Rakyat Bersatu (FRB) Bersama Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) melakukan hearing menuntut Kepala Dinas Perdagangan atas statmen tentang kelangkaan gas LPG yang disebabkan kepulangan PMI di Media Online dan Polemik Pembangunan Tambak Udang Milik PT Shinta Aqua Culture di Aula Bakesbangpoldagri Kabupaten Lombok Timur pada Senin (12I4l2021).

Pada hearing tersebut dihadiri oleh Sekertaris Daerah Lombok Timur, Wakapolres Lombok Timur, Kodim Lombok Timur, Kepala Dinas DPMPTSP Lombok Timur, Kepala Dinas Kominfo, Kapolsek Sakra Timur, Danposramil Sakra Timur, Kepala Desa Surabaya, Utusan PT Sinta Aqua Culture dan Peserta Hearing.

Sekertaris Daerah Kabupaten Lombok Timur, Juaini Taufik pada pembukaan hearing menyampaikan, Ikut perihatin dan selaku kepala OPD telah memanggil lansung Kepala Dinas Perdagangan guna mengklarifikasi statmen tentang PMI di Media Online. Dikatakan Juaini Taufik, pada saat itu pula Kadis Perindag telah menyampaikan permohonan maaf atas statmennya yang menyinggung PMI terkait Kelangkaan Gas LPG.

Juaini Taufik juga berharap agar permohonan maaf Kadis Perindag dapat dimaklumi dan diterima. Sehingga pemberitaan bisa diluruskan.

Ketua DPC Serikat Buruh Migran Indonesia Lombok Timur Usman, mengawali hearing tersebut. Ia menyayangkan atas ketidakhadiran Kadis Perindag pada hearing tersebut.

Hal Senanada dikatakan Ketua Forum Rakya Bersatu ( FRB) Eko Rahardi, berdasarkan kesepakatan dengan pihak terkait pihaknya sepakat hearing dan tidak melakukan aksi hari ini dengan catatan Kepala Desa Menceh dan Kadis Perindag harus hadir. Ia juga menyesalkan pada hearing ini dari pihak perusahaan tidak dihadiri Pimpinan Perusahaan Tambak Udang Milik PT Shinta Aqua Culture lansung.

Dikarenakan hearing dianggap deadlock Eko Rahadi, bersama peserta hearing lainya meninggalkan ruangan.

Eko Rahardi saat diwawancara awak Media mengatakan pihaknya tidak menolak investasi. akan tetapi Ia menyayangkan tindakan yang dilakukan pihak perusahaan yang membenturkan masyarakat dengan pereman.

“Masak masyarakat dibenturkan yang begini-begini dengan pereman, kan ada kepolisian yang menjaga untuk keamanan ada Pol PP ada Babinsa dan lain-lain, ndak bolek dong masyarakat dibenturkan”, Tegas Eko.

Sebagai tindak lanjut atas kekecewaan pihaknya Eko, akan melakukan aksi turun jalan. ” Masak mereka saja mau dihargai kita gak dihargai apalagi pak Sekda juga hadir, ini kok Kades Menceh sama Kadis Perindag tidak hadir, untuk itu kami akan aksi”, Kesal Eko.

Utusan PT Shinta Aqua Culture Basuki H, saat diminta tanggapan oleh awak media, Ia enggan untuk berkomentar.

Default image
Admin
Articles: 2242

Leave a Reply