Dokumen Kesepakatan NW-NWDI Belum Selesai

Dokumen Kesepakatan ishlah organisasi Nahdlatul Wathan (NW) yang ditandatangani kedua pihak antara PBNW yang diwakili RTGB Gede Atsani dan NWDI yang diwakili TGB Zainul Majdi di Hotel Astoria beberapa waktu lalu (23/3/21) ternyata belum diterima oleh PBNW.

Ketua Tim Kerja Penyelesaian sengketa PBNW H. Syamsu Rijal mengaku sampai hari ini belum menerima turunan dokumen hasil kesepakatan yang ditandatangani kedua belah pihak.

“Sampai hari ini kita belum menerima dokumen yang ditandatangani, kita minta ke Kanwil Kemenkumham dan Forkopimda untuk diberikan kepada kami,” ujar Rijal saat menggelar jumpa pers di Mataram, Jum’at (9/4).

Rijal mengatakan PB NW tidak ingin hasil kesepakatan yang ditandatangani berubah. Ia mengindikasikan adanya perubahan yang ditandatangani pada dokumen kesepakatan damai tersebut terutama pada poin tujuh.

Ia memaparkan beredar salinan dokumen kesepakatan damai dimana terdapat enam poin. Sementara kesepakatan yang ditandatangani menurutnya bertambah menjadi tujuh. Dan poin ketujuh yang beredar tersebut telah di coret dan tidak berlaku.

Adapun bunyi pada poin tujuh adalah “Bahwa terhadap sekolah-sekolah, madrasah-madrasah, lembaga-lembaga sosial dan dakwah lainnya, seperti panti asuhan, asuhan keluarga, majelis-majelis taklim yang bernaung dalam yayasan pendidikan yang di bentuk oleh kader, santri dan jamaah Nahdlatul Wathan dengan menyematkan lambang, logo dan nama Nahdlatul Wathan diberikan hak sepenuhnya untuk berafiliasi atau memilih bergabung dengan kepengurusan organisasi yang dipimpin pihak RTGB dan TGB tanpa adanya intimidasi oleh pihak pertama atau pihak kedua.

Ia khawatir ada perubahan secara sengaja tanpa sepengetahuan PBNW memasukan kembali poin tujuh dalam kesepakatan yang telah ditandatangani keduabelah pihak tersebut.

“Kami sudah menghapus poin tujuh ini dan tidak masuk dalam kesepakatan, tapi ada dokumen yang beredar entah itu benar atau tidak dan poin tujuh ini masuk lagi,” jelas Rijal.

Bila poin tujuh ini ternyata dimasukan dalam kesepakatan damai tersebut, Rijal meminta kesepakatan tersebut di revisi.

“Kalau benar poin tujuh ini masuk harus direvisi ulang,” tegasnya.

Terkait perdamaian NW ini Rijal berterima kasih kepada Kapolda NTB Irjen Pol Muhammad Iqbal. Rijal optimis di era Iqbal menjadi Kapolda NTB persoalan NW ini bisa tuntas.

“Selama ini belum ada kapolda yang bisa membuat NW ini tidak lagi berseteru, pak Kapolda yang sekarang insyaAllah dapat membuat NW dan NWDI akan berjalan bersama sesuai koridor masing masing,” ungkapnya Rijal.

Lebih lanjut H. Syamsu Rijal, SH menyampaikan pentingnya menjaga kondusifitas karena Islah yg sedang di ikhtiarkan merupakan wasiat dari pendiri Nahdlatul Wathan. Kepada jamaah Nahdlatul Wathan dihimbau untuk tidak calling down dulu sampai dengan adanya beberapa point dalam kesepakatan Islah di bicarakan lebih lanjut diantaranya permasalahan Lambang dan Aset.

“Terkait masalah lambang dan Aset disampaikan akan di bicarakan lebih lanjut yg di mediasi oleh Kapolda NTB bersama Forkopimda. Untuk itu selama pembicaraan berlangsung diminta kepada jamaah untuk tetap tenang sehingga Islah yg sebenarnya dapat terwujud” pungkasnya. (Dk)

Default image
Admin
Articles: 2242

Leave a Reply