Kampung Sehat Gontoran Dukung Kampung Sehat 2 dengan Inovasi Biogas Kotoran Ternak

Lombok Barat – Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Skala Mikro di Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), tak membuat Desa Gontoran Kecamatan Lingsar kehilangan semangat. Pasalnya, dengan adanya intervensi Kampung Sehat 2 yang diinisiasi Kapolda NTB Irjen Pol. Mohammad Iqbal, S.I.K., M.H., kini Desa Gontoran dengan dukungan Polsek Lingsar mengembangkan inovasi Biogas dengan bahan baku kotoran ternak.

Kapolsek Lingsar AKP Dewi Komalasari, S.H. saat ditemui media, Jumat (2/4/2021), mengungkapkan bahwa inovasi yang dikembangkan dengan bahan dasar kotoran ternak sapi itu, sebagai implementasi PPKM Skala Mikro serta dalam mendukung Program Kampung Sehat 2 Nurut Tatanan Baru.

“Memang inovasi Biogas dari kotoran ternak ini sudah lumayan lama di Indonesia, namun baru dikembangkan di Kecamatan Linsar khususnya di Desa Gontoran. Ini juga tidak terlepas dari usaha personel Bhabinkamtibmas kami Bripka I Gede Arya Suantara, yang intens melakukan pembinaan khususnya kepada kelompok-kelompok peternak sapi,” ungkapnya.

Kapolsek yang identik dengan jilbab hitam itu mengatakan, Bripka Gede Arya selaku Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) Desa Gontoran, tanpa mengenal lelah terus berupaya memberikan penyadaran kepada warga binaan khususnya peternak sapi, agar dalam pemeliharaan keamanan dan ketertiban (harkamtib) menerapkan prinsip kebersamaan.

“Artinya, para peternak sapi yang semula memiliki kandang masing-masing dianjurkan agar membentuk kandang kumpul (kelompok, red). Nah, setelah itu baru kemudian mereka diberi penjelasan bagaimana memanfaatkan kotoran ternak, yang semula tidak berharga menjadi sesuatu yang berharga yakni dijadikan bahan baku Biogas,” jelas Kapolsek Jilbab Hitam itu.

Lebih lanjut Kapolsek yang gemar blusukan ke masyarakat itu menuturkan, dengan adanya inovasi Biogas yang memanfaatkan kotoran ternak tersebut, warga Kampung Sehat Desa Gontoran merasa terbantu khususnya bagi ibu-ibu.

“Jadi, ibu-ibu rumah tangga di Gontoran sekarang sudah tidak terlalu pusing dengan gas elpiji untuk keperluan memasak. Pun para petani saat ini juga tidak gamang dengan pupuk pertanian, karena pupuk kompos dan pupuk kandang sudah tersedia di kampung mereka,” tuturnya.

“Bahkan pupuk yang dihasilkan Kampung Sehat Desa Gontoran, juga sudah didistribusikan keluar wilayah Kecamatan Lingsar, sedangkan hasil penjualan dikumpulkan sebagai kas kandang kumpul,” imbuhnya.

Menurutnya, dengan adanya inovasi sebagai intervensi Kampung Sehat 2 berbasis lomba, harkamtibmas dan perekonomian Desa Gontoran tidak terlalu terdampak oleh PPKM Skala Mikro. Namun demikian, lanjutnya, dalam berkegiatan sehari-hari pihaknya dengan berbagai strategi, terus berupaya memberi penyadaran, akan pentingnya menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dengan mematuhi protokol kesehatan.

“Berbagai cara kami lakukan, operasi yustisi, blusukan membagikan masker ke kampung-kampung, door to door. Alhamdulillah, masyarakat saat ini sudah muncul kesadarannya sebagai bagian dari kebiasaan,” tutup AKP Dewi. (Red)

Default image
Admin
Articles: 2242

Leave a Reply