Soal Kritikan Tentang Industrialisasi, Ini Jawaban Gubernur NTB

Gubernur NTB menjawab pengkritiknya tentang program industrialisasi

Mataram- Beragam kritikan ditujukan ke Gubernur NTB tentang program Industrialisasi. Dalam forum forum diskusi program Industrialisasi yang digagas Dr. Zul di nilai gagal, klaim sepihak dan tidak mempunyai cetak biru.

Namun dalam tulisannya di akun sosial media pribadinya Gubernur memberikan jawaban atas kritikan tersebut. Gubernur menegaskan industrialisasi di NTB tidak seperti di kota lain dengan adanya pabrik besar dan adanya eksodus penduduk dari desa ke kota.

Menurut Dr. Zul panggilan akrab gubernur, industri di NTB tidak seperti pola dan konsep industri yang identik dengan pabrik besar yang mengganti sektor pertanian dan perkebunan terutama dalam kontribusi PDB daerah.

“Industrialisasi selalu di pertentangkan dengan sektor pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, kehutanan dan lainnya. Kalau industri berkembang maka sektor pertanian akan menjadi korban. Ini tentu wajar, karena industrialisasi di definisikan dan dimaknai sebagai peningkatan proporsi sektor industri terhadap PDB menggantikan kontribusi sektor pertanian,” tulis gubernur.

Tetapi di NTB ujar Dr. Zul industrialisasi dalam skala kecil namun berdampak luas. Industrialisasi di NTB tidak ansih mendirikan pabrik besar dan menggusur sektor pertanian, perkebunan kehutanan dan lainnya sebagai penyumbang PDB.

Industrialisasi di NTB tegas Dr. Zul mengembangkan usaha kecil dan UMKM untuk meningkatkan mutu produknya. Menciptakan produk dari bahan baku sederhana menjadi produk olahan dan ikutan yang bernilai ekonomis tinggi.

“Industri kita sederhana saja,  tetapi ada pembelajaran disana, ada pengalaman, transper teknologi, penuh pengorbanan dan lainnya,” ujar Dr. Zul. 

Terkait tudingan pemerintah mengklaim keberhasilan pelaku industri, Dr. Membantah hal tersebut. Ia menyatakan aktor utama Industrialisasi adalah industri, perusahaan dan swasta. Pemerintah ujar Dr. Zul hanya memfasilitasi, membuat aturan main (regulasi) pelatihan dan insentif. “Bukan pemerintah hanya memfasilitasi, membantu, memberi insentif, melindungi, membuat aturan main, melatih dan lainnya,” ucap Dr. Zul. 

Gubernur menilai gencarnya kritikan tentang industriaisasi yang dilayangkan ke Pemprov NTB ini sebagai bentuk perhatian terhadap program yang digagasnya. “Tentu ini menarik sekali, karena ini sebenarnya menunjukkan perhatian yang begitu besar pada Industrialisasi,” tutup gubernur.(Red)

www.lombokfokus.com
Default image
Redaksi
Articles: 1034

Leave a Reply