PMII Bali-Nusra Intruksikan Kader Melakukan Penggalangan Dana Bantu Sulbar dan Kalsel


LOMBOK FOKUS, MATARAM
|Banjir bandang yang terjadi di sejumlah daerah di Provinsi Kalimantan Selatan dan gempa bumi yang terjadi di Kabupaten Majene-Kabupaten Mamuju Provinsi Sulawesi Barat mengakibatkan ratusan masyarakat kehilangan tempat tinggal serta barang berharganya. Tak hanya itu sejumlah warga dikabarkan meninggal dunia atas musibah ini. Untuk membantu meringankan beban warga terdampak bencana alam tersebut, Pengurus Koordinator Cabang (PKC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Bali Nusra melakukan penggalangan dana di seluruh Cabang Se-Bali Nusra.

Ketua PKC PMII Bali Nusra, Aziz Muslim, mengatakan PKC PMII Bali Nusra telag mengintruksikan seluruh cabang dan kadernya untuk melakukan penggalangan di tempat masing-masing serta membuat posko di cabang masing-masing. “Kami sudah intruksikan pengurus cabang untuk melakukan penggalangan dana dan membuat posko di sekretariat, jika ada masyarakat yang ingin mengirimkan bantuan bias menyalurkannya melalui PMII,” Ungkapnnya. Juma’at (15/1).

Tahap pertama, penggalangan akan dilakukan kader-kader PMII selama sepekan ke depan. “Hasilnya nanti akan disalurkan langsung ke lokasi bencana, baik banjir Kalsel maupun gempa Sulbar,melalui tim Tagana PB PMII” tutur dia.

Diberitakan sebelumnya, air banjir yang terjadi sejak 10 Januari 2021 di Kalimantan Selatan diperkirakan terus mengalami kenaikan sekitar 1-5 centimeter per harinya. Hingga Kamis (14/1) kemarin, air telah mencapai pada ketinggian sekitar 50 centimeter hingga 1 meter. Berdasarkan data yang berhasil dihimpun, telah terdata tujuh kabupaten/kota di Kalsel yang mengalami banjir cukup parah hingga Kamis (14/1). Ketujuhnya adalah Kabupaten Tapin, Kota Banjarbaru, Kabupaten Tanah Laut, Kabupaten Banjar, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, dan Kabupaten Balangan. Dari tujuh daerah tersebut, terdapat 19.502 kepala keluarga dan 71.339 jiwa korban yang terdampak.  


Sementara pada Kamis (14/1) gempa dengan magnitudo 5,9 mengguncang wilayah Majene sekitar pukul 14.30 Wita. Saat terjadi gempa susulan, sejumlah warga di Kecamatan Campalagian, Kabupaten Polewali Mandar, berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri. Akibat peristiwa ini ratusan rumah rusak parah termasuk kantor Gubernur Sulbar. Tak hanya itu, kini masyarakat Majene dan Mamuju sedang mengungsi ke tempat yang dinilai lebih aman. Sementara beberapa orang dinyatakan meninggal dunia karena tertimbun reruntuhan bangunan.

 

www.lombokfokus.com
Default image
Redaksi
Articles: 1034

Leave a Reply