Harlah PGIN NTB, PKB Perhatikan Serius Kesejahteraan Guru.

  • Bagikan
LOMBOK UTARA | Perkumpulan Guru Inpassing Nasional wilayah NTB pada hari ini genap berusia 2 tahun. Organisasi profesi guru madrasah Non PNS baik yang sudah bersertifikat pendidik Inpassing maupun yang bersertifikat pendidik Non Inpassing. Inpassing merupakan penyetaraan berupa pemberian pangkat/golongan bagi guru madrasah yang memenuhi kriteria. Program ini digulirkan pada tahun 2009 oleh Kementerian Agama.
Muasal PGIN-NTB dikenal dengan sebutan Deklarasi Bujak. Pada tanggal yang sama, 2 tahun lalu bertempat di Desa Bujak Kecamatan Batukliang Lombok Tengah, PGIN-NTB mendeklarasikan diri sebagai organisasi mitra kemenag dalam mengangkat harkat dan martabat guru madrasah. Sehingga secara umum pengurus wilayah PGIN-NTB menyebutnya demikian.
Menurut ketua panitia, Junaidi, S.Pd, dipilihnya Lombok Utara sebagai tuan rumah memiliki beberapa pertimbangan. “melalui Harlah kami ingin memotivasi guru-guru madrasah di KLU agar ikut bergabung dengan PGIN-NTB. Karena banyak guru madrasah di KLU belum terdaftar sebagai anggota organisasi” jelas Junaidi. 
Harlah ke-2 PGIN-NTB menghadirkan Bupati Lombok Utara, Kepala Kemenag Lombok Utara, Anggota DPRD Provinsi NTB komisi V, dan Pengurus pusat PGIN. Dalam sambutannya, Bupati KLU yang diwakili Sekda mengatakan sangat mengapresiasi hadirnya PGIN-NTB. Ia juga menyatakan siap bekerjasama dengan PGIN.
Ketua PGIN-NTB, Lalu Mukhlisin menambahkan dalam sambutanya bahwa 2 tahun lahirnya organisasi ini sedikit banyak telah berbuat untuk guru madrasah di NTB. “Di usia masih belia, PGIN-NTB turut andil dalam Rapat Dengar Pendapat dengan komisi II dan VIII DPR RI. Dari audiensi tersebut disepakati UU ASN akan direvisi.” jelas Lalu panjang lebar.
Di tempat yang sama, perwakilan pengurus pusat PGIN, Haddaduddin, mengatakan bahwa, PGIN tengah mengupayakan agar guru madrasah tercover dalam UU ASN. “Selama ini UU ASN tidak pernah berpihak kepada guru madrasah,” sesalnya.
Harlah ke-2 PGIN berlangsung khidmat. Bertempat di aula Kantor Bupati Lombok Utara, Harlah dihadiri puluhan anggota dan pengurus PGIN-NTB. Di antaranya berasal dari Lombok Barat, Lombok Utara, Lombok Tengah, Lombok Timur, Sumbawa, Bima, dan Dompu. Menurut Leni Marlina, salah satu panitia, Harlah tahun ini mengusung tema “Menjadi Mitra Kemenag Untuk Guru Madrasah Sejahtera dan Bermartabat.
Partai Kebangkitan Bangsa menyatakan bekerja serius memperjuangkan kesejahteraan Guru honorer, Guru Ipassing baik di Kementerian Agama maupun di Kementrerian pendidikan. Hal ini disampaikan Akhdiansyah, S.HI dalam sambutannya diacara Peringatan Hari Lahir Persatuan Guru Inpassing Nasional (PGIN) ke-2 yang diselenggarakan di Aula Kabupaten Lombok Utara pada Minggu, (24/2/2020).
PKB Serius Perhatikan Nasib Guru.
Dikatan Akhdianysah, Kesejahteraan Guru Honorer Bagi PKB multak harus diperjuangkan, sebab mustahil kualitas pendidikan ditingkatkan tanpa peningkatan kesejahteraan guru dan tenaga kependidikan ini.
“Kesejahteraan guru menjadi perhatian serius PKB yang telah ditetapkan sebagai program Nasional dan ditargetkan tuntas tahun 2023” Ungkapnya.
Akhdiansyah menambahkan, komisi V DPRD Propinsi fraksi PKB bahkan telah jauh-jauh hari telah merekomendasikan agar semua guru honorer di NTB baik di Kemenag maupun Kemdiknas bisa ditingkatkan kesejahteraannya menjadi Guru Sertifikasi, Kemudian Impassing sampai akhirnya menjadi ASN.
“Perjuangan PKB tidak akan jauh-jauh dari kepentingan guru, sebab PKB lahir dari Pesantren dan pesantren adalah pabriknya para Guru, terutama Guru agama” Tandasnya.
Perwakilan Pengurus Besar PGIN Pusat Al haddadudiin yang turut hadir dalam acara Rakowil ke 2 PGIN NTB mengatakan, sangat respek dan menyambut gembira respon Komisi V DPRD khususnya Fraksi PKB dalam upayanya memperjuangan kesejahteraan para Guru khsusnya di NTB.
“PKB memang berkah bagi guru, penyampaian beliau (Akhdiansyah.Red) luarbiasa, kami para guru di PGIN siap diajak bekerjasama apabila dibutuhkan. Kami akan memberikan dukungan penuh pada beliau dalam perjuangan yang sama” Ungkapnya.
Setidaknya ada tiga hal yang diharapkan PGIN terkait kesejahteraan guru. Pertama, PGIN ingin agar Guru Honorer yang belum bersertifikasi agar segera dapat disertifikasi. Kedua, yang sudah sertifikasi agar ditingkatkan menjadi guru berstatus Inpasing. Ketiga guru yang sudah inpassing diharapkan bisa dibayar minimal sesuai dengan golongan dan dibayar perbulan. Keempat, PGIN berharap agar guru-guru yang sudah inpassing ini bisa diangkat menjadi ASN seperti halnya status Honorer yang ada dibawah Kemdiknas.
Selain Anggota DPRD Propinsi Akhdiansyah, turut hadir pula di acara Harlah PGIN ini antara lain, Sekretaris daerah Kabupaten Lombok Utara, Kepala Dinas Dikpora KLU dan Kabag TU Kemeng NTB.

www.lombokfokus.com
READ  Angka Kerja di NTB Meningkat, 2,75 Juta Orang Sudah Bekerja
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Berlangganan    Yes No thanks