FKGMNU NTB Meminta Wapres RI Melawan Narkoba dan Terorisme di NTB.

  • Bagikan
Ilustrasi Terorisme.

Mataram | Forum Komunikasi Generasi Muda Nahdlatul Ulama (FKGMNU) Nusa Tenggara Barat (NTB) mengapresiasi atas kunjungan pertama kali hari ini (19/2/20) ke NTB KH. Ma’ruf Amin sebagai Wakil Presiden Setelah dilantik Oktober 2019.

Kunjungan Wapres RI ke NTB tentu memberi arti bagi masyarakat NTB pada umumnya dan khususnya lagi bagi jamiyah Nahdlatul Ulama. Dari 2 hari jadwal kunjungan Wapres ada dua lokasi yang akan dikunjungi oleh Wapres yakni Ponpes Qamarulhuda Bagu dan ponpes Almansyuriayah Lombok Tengah.

Ketua FKGMNU NTB, Suaeb Qury, dalam press relise yang diterima media mengatakan ada tiga pesan yang ingin disampaikan oleh FKGMNU kepada Wakil Presiden. Terkait KEK Mandalika, Disabilitas, Terorisme dan Narkoba.

“Ada tiga pesan dari kami generasi muda NU NTB, buat Wakil Presiden RI Kiyai Maruf Amin yang akan mengunjungi Kawasan Mandalika, orasi Kebangsaan manangkal radikalisme, dan berkunjung ke pondok pesantren NU di Lombok Tengah, bagi kami Generasi Muda NU. Pertama, Persoalan NTB hari ini terkait dengaan KEK mandalika dan kesiapan MotoGP yang tinggal satu tahun lagi, setidaknya ada kepastian dari pemerintah pusat terkait dengan pembangunan infrastruktur jalan bypass bandara menuju Kuta Manadalika.” Ujar Pria yang akrab dipanggil Suaeb. Mataram, (19/2/20).

Mantan Ketua GP Ansor NTB ini mengatakan persoalan kemiskinan dan penyandang Disabilitas belum menjadi prioritas dari pemerintah pusat dan daerah, ia mengatakan bahwa IPM di NTB belum beranjak ke posisi papan tengah.

“Kedua, Persoalan kemiskinan di NTB dan penyandang cacat/disabilitas belum menjadi prioritas dari pemerintah pusat dan daerah, hal ini bisa dilihat dari fasilatas yang belum ada dan tersedia di tempat publik dan instansi pemerintah. Hal yang sama juga dengan angka kemiskinan dan IPM di NTB yang belum beranjak ke posisi papan tengah. ” ujarnya.

READ  PKM Muhammadiyah Beri Pelatihan Ibu Buat Pembalut Ramah Lingkungan, Dukung Program Zero Waste

Peredaran narkoba dan Juga terorisme rak luput dari perhatian FKGMNU NTB, ia mengatakan bahwa NTB Zona Merah Narkoba dan Terorisme, Beberapa waktu lalu seorang nenek positif menggunakan narkoba diamankan pihak kepolisian.
“Ketiga, Sudah bukan rahasia umum lagi, bahwa NTB sudah menjadi zona merah dan darurat narkoba dan terorisme. Upaya melawan narkoba dan terorisme di NTB belum cukup maksimal dan intervensi pemerintah Pusat minim. Hal ini terkuat dari semakin menjamurnya peredaran narkoba di 7 Kabupaten Kota di NTB. Begitu juga dengan faham radikalisme dan terorisme yang ada di NTB apa yang dilakukan oleh pihak aparat dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) hanya pada tingkat reaktif dengan menagkap 6 orang terduga tetoris di Bima. Dan upaya penyadaran dan deradikalisasi tidak maksimal dilakukan ditingakat daerah dan kelompok sasaran. ” jelasnya Suaeb Mantan Ketua Cabang PMII Kota Mataram ini.

“Maka dari itu, kami generasi muda NU dan Generasi Muda NTB beraharap besar kepada Wapres RI untuk bisa memberikan solusi dan jawaban atas persoalan yang dihadapi NTB. Dan ini bukan sekedar persoalan kecil melainkan keberlangsungan pembangunan manusia NTB dan generasi muda di NTB.” Tutup Suaeb.

www.lombokfokus.com
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Berlangganan    Yes No thanks